
Ilustrasi pendaftaran kegiatan vaksinasi Covid-19 di Youth Center Sport Jabar Arcamanik, Bandung, Jawa Barat. M. Agung Rajasa/Antara
JawaPos.com–Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jabar melaporkan, realisasi anggaran penanganan Covid-19 per Jumat (23/7) mencapai 17,58 persen atau Rp 204,5 miliar dari total anggaran Rp 1,1 triliun. Termasuk anggaran untuk insentif tenaga kesehatan sebesar Rp 57,7 miliar, sudah direalisasikan Rp 33,5 miliar atau sekitar 58,15 persen.
Menurut Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jabar Nanin Hayani Adam, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) terus berusaha mempercepat penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2021 untuk penanganan Covid-19. Pemprov Jabar sudah melakukan pergeseran anggaran dengan menambah belanja tidak terduga (BTT) sebesar Rp 400 miliar pada 12 Juli.
”Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 144 miliar berasal dari penghentian sementara proyek strategis,” terang Nanin Hayani Adam seperti dilansir dari Antara, Senin (26/7).
Pergeseran anggaran dilakukan berdasar Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali. Inmendagri tersebut dikeluarkan pada 2 Juli.
”Yang intinya, memperbolehkan daerah untuk melakukan pergeseran anggaran jika anggaran untuk bantuan sosial dan dukungan PPKM darurat di daerah tidak memadai,” ujar Nanin Hayani Adam.
Pemprov Jabar, lanjut Nanin, akan memberikan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang terdampak PPKM. Seperti pelaku usaha yang tidak dapat melakukan aktivitas selama PPKM, pekerja seni, dan pekerja harian lepas.
”Sedangkan 1,9 juta keluarga rumah tangga sasaran (KRTS) yang menerima bansos Pemprov Jabar pada 2020 sudah di-cover pemerintah pusat,” kata Nanin.
"Adapun, realisasi anggaran Pemprov Jabar per 23 juli, yakni pendapatan 40,91 persen dan belanja 39,82 persen. Terjadi perlambatan dalam pendapatan sehingga diprediksi tidak akan mencapai target pada akhir 2021 sebesar Rp 5,6 triliun,” tambah dia.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
