
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 di Kota Makassar. Darwin Fatir/Antara
JawaPos.com–Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan menurunkan tim investigasi. Tim akan mencari informasi menyusul salah seorang warga Kabupaten Takalar, Sulaiman Daeng Tika, 50, meninggal dunia setelah sepekan divaksinasi Covid-19 di aula kantor PLN Gardu Induk Daya, Kota Makassar, Senin (15/3).
”Sedang diinvestigasi kasus ini. Kita tunggu saja hasilnya,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sulsel Nurul A.R. seperti dilansir dari Antara, Selasa (23/3) malam.
Dia mengatakan, tim Komite Daerah (Komda) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), yang merupakan tim independen, akan mengumpulkan seluruh laporan dan bukti pendukung lain, apa musabab warga tersebut sampai meninggal dunia.
”Kita tunggu saja laporan resminya dari hasil investigasi tim Tim Komda dan Komnas KIPI, karena tim ini independen yang mengaudit kasus-kasus tersebut,” tutur Nurul.
Saat ditanyakan jenis vaksin apa yang disuntikkan, menurut dia, vaksin itu jenis Sinovac. Vaksin itu digunakan pada semua vaksinasi masal di berbagai titik di Sulsel.
Mengenai dengan tanggal kedaluwarsa pada vaksin itu, dia menegaskan, masa batas berlakunya masih lama.
Sebelumnya, Sulaiman Daeng Tika, 50 tahun diketahui bekerja sebagai pegawai kontrak di lingkup PLN dan dinyatakan meninggal dunia pada Senin (22/3) di salah satu rumah sakit di Makassar, setelah dirujuk dari Puskesmas Takalar.
Putra almarhum, Mahmud saat dikonfirmasi mengatakan, dua hari usai disuntik, tepatnya Rabu (17/3), ayahnya merasakan demam hingga mengeluh ngilu seluruh badan, hingga merasakan agak sesak napas. Bahkan pada Jumat (19/3) karena demam belum sembuh lalu meminta izin di kantornya untuk istirahat.
”Demamnya kadang naik dan kadang turun. Selama ini di rumah terus. Karena bapak tidak tahan, lalu Senin (22/3) pergi berendam di pinggir pantai, supaya bisa turun panasnya, tapi malah tambah lemas, lalu kami bawa ke puskesmas, terus dirujuk ke rumah sakit di Makassar,” tutur Mahmud.
Saat ditanya, apakah selama ini almarhum punya penyakit bawaan, menurut Mahmud, tidak ada. Tapi belum diketahui pasti karena tidak pernah mengeluh sakit. Setelah divaksin baru terlihat sakit.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=h0m7IZ-9rho

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
