Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Agustus 2022 | 03.20 WIB

Seribu UMKM di Madura Mulai Proses Sertifikasi Halal

Proses pemantauan pembuatan kue salah satu UMKM oleh tim KKN Abmas ITS di Labang, Bangkalan. ITS - Image

Proses pemantauan pembuatan kue salah satu UMKM oleh tim KKN Abmas ITS di Labang, Bangkalan. ITS

JawaPos.com–Proses sertifikasi halal mulai dilakukan oleh 1.000 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Pulau Madura. Proses itu dibantu tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Forum Akbar dan Pengabdian Masyarakat (Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Ketua tim KKN Abmas ITS Ardy Maulidy Navastara mengungkapkan, kegiatan itu dilatarbelakangi undang-undang mengenai sertifikat halal. Aturan tersebut mewajibkan setiap makanan dan minuman memiliki sertifikasi halal.

”Hal tersebut mendorong kami untuk bersinergi guna mengabdi kepada masyarakat, terutama pada target sasaran yang berlokasi di Labang, Kabupaten Bangkalan,” terang Ardy Maulidy Navastara, Senin (22/8).

KKN Abmas ini, kata Ardy, bekerja sama dengan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Addimyathy Nurul Iman sebagai UMKM yang mengurus proses sertifikasi halal. Koperasi tersebut membawahi total empat UMKM di bidang makanan. Tiga di antaranya berupa produk roti dan kue kering. Satu produk lainnya adalah petis.

”Karena bergerak di bidang makanan, sangat penting sertifikasi halal agar produk tersebut lebih diterima masyarakat,” ujar Ardy Maulidy Navastara.

Untuk memperoleh sertifikat halal, lanjut Ardy, para pelaku UMKM harus memenuhi sejumlah syarat. Yakni memastikan seluruh bahan baku yang digunakan halal. Tidak hanya bahan baku, alat-alat yang digunakan untuk mengolah bahan baku harus terjaga kebersihannya.

”Selain itu, proses pengolahannya pun harus dipastikan steril agar produknya layak dikonsumsi,” imbuh Ardy Maulidy Navastara, dosen Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) itu.

Salah satu pelaku UMK Imamatul Munfaridah mengatakan, untuk sertifikasi halal telah melalui berbagai proses. Proses tersebut tidak lepas dari kontribusi tim KKN Abmas ITS yang telah membantu pelaku UMKM untuk memperoleh sertifikat halal.

”Dengan adanya sertifikat halal, produk kami bisa lebih diterima masyarakat karena memiliki logo halal,” ucap Munfaridah.

Pondok Pesantren Addimyathy Nurul Iman memiliki koperasi, membawahi beberapa UMKM, serta telah membantu 80 UMKM untuk memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB). Pondok Pesantren Addimyathy Nurul Iman dipilih sebagai tempat tim KKN Abmas ITS.

Dengan pendampingan itu, diharapkan UMKM di sekitarnya turut menyadari pentingnya sertifikasi halal. Hal itu untuk memperluas pemasaran produk sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk mengkonsumsi produk tersebut.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore