
AKSI PROTES: Warga menanam pisang di samping jalan berlubang di Jalan Ponorogo–Magetan, tepatnya di Desa Gupolo, Babadan, Ponorogo.
JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, Jawa Timur, melakukan realokasi anggaran pembangunan infrastruktur sebesar Rp 41 miliar untuk penanganan Covid-19. Kasus Covid-19 di Ponorogo mengalami tren peningkatan sejak Desember hingga sekarang.
”Anggaran yang digunakan untuk refocusing ini adalah anggaran untuk infrastruktur fisik,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Ponorogo Sumarno seperti dilansir dari Antara.
Dia memastikan, anggaran yang direalokasi bukan berasal dari pos pekerjaan/pengadaan yang bersifat vital. Artinya, infrastruktur yang batal diperbaiki atau dibangun masih bisa digunakan, hanya kondisi fisiknya yang kurang bagus karena mengalami kerusakan.
”Ada anggaran sebesar Rp102 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan. Tapi yang sekitar 40 persen dialihkan,” terang Sumarno.
Selanjutnya, dana yang tersisa pun harus dipakai secara bijak, terutama untuk penanganan jalan yang kondisinya darurat dan rusak berat. Sedangkan yang rusak ringan atau sedang, sementara dipertahankan.
Pembangunan jalan baru maupun perbaikan akan benar-benar dipilih sesuai kondisi. Prioritasnya jalan yang paling buruk lebih dulu untuk diperbaiki.
”Banyak usul dari kepala desa itu kan perbaikan-perbaikan. Nanti dipilih, mana yang benar-benar butuh perbaikan,” tutur Sumarno.
Menurut Sumarno, untuk pekerjaan perbaikan akan fokus menggunakan cara swakelola oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP).
”Nantinya dikedepankan model swakelola. Sehingga, penanganannya lebih cepat dibandingkan kalau memakai lelang,” ujar Sumarno.
Berdasar catatan Pemkab Ponorogo, hingga triwulan pertama 2021, terdapat jalan dalam kondisi baik sebesar 64 persen dari total 1.600 kilometer jalan kabupaten dan jalan poros yang dimiliki Kabupaten Ponorogo. Jalan kabupaten di Ponorogo saat ini mencapai 916 kilometer dan jalan poros mencapai 700-an kilometer.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/5GAoy3_Kjpk

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
