alexametrics

PLTP Ungaran Segera Dibangun

22 Januari 2019, 14:53:52 WIB

JawaPos.com – PT PLN Persero segera menggarap proyek geotermal Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran. Yakni pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang diproyeksikan menghasilkan tenaga listrik 55 Megawatt (MW).

Sebelumnya, WKP Ungaran dikelola pihak swasta. Namun karena mangkrak, kemudian diambil alih PLN pada pertengahan 2017. Sesuai undang-undang yang baru, perusahaan negara tersebut akan menjadi operatornya.

“Ungaran itu potensi 55 (MW). Tapi yang P1 sudah 110 (MW). P1 itu potensi yang sudah proven. Tahap pertama 55 MW. Tapi nanti bisa kami kembangkan,” kata Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara PLN Djoko Rahardjo Abumanan usai melakukan audiensi di ruang kerja Gubernur Jateng, Selasa (22/1).

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah (Jateng) Teguh Dwi Paryono menambahkan, pemerintah sangat mendukung proyek ini. Saat ini sudah memasuki perencanaan yang juga melibatkan akademisi dari Universitas Diponegoro.

“Ini sudah mulai. Artinya tahap persiapan. Setelah nanti sosialisasi ada kegiatan eksplorasi, penelitian. Nanti melibatkan akademisi Undip. Mungkin setelah April lebih digencarkan,” beber Teguh.

Jateng sendiri memiliki enam wilayah potensial panas bumi. Meliputi Gunung Ungaran, Gunung Lawu, Baturaden, Gucci, Telomoyo dan Dieng. “Kalau untuk Jateng, kami berharap. Jika Ungaran sudah jadi, kemudian Baturaden jadi, akan mempercepat bauran energi. Kami punya road map. Kalau satu pembangkit itu sudah menaikkan 12 persen, kalau 2 sudah 24 persen. Padal selama ini pertumbuhan dalam 1 tahun secara historical 2 sampai 1 persen,” jelas Djoko.

Target bauran energi baru terbarukan (EBT) seperti yang telah ditetapkan Kementerian ESDM adalah sebesar 23 persen pada 2025. Teguh optimistis target tersebut bisa tercapai menilik masih ada beberapa blok panas bumi lagi selain Ungaran yang telah ditugaskan ke PLN

Blok panas bumi yang dimaksud adalah WKP Mataloko 22,5 MW, Atedei 10 MW, dan Ulumbu 50 MW di Nusa Tenggara Timur, Songa Wayaua 10 MW di Maluku Utara. Lalu Gunung Tangkuban Perahu 60 MW di Jawa Barat, Tulehu 2×10 MW di Ambon. Selanjutnya, Kepahiang 110 MW di Bengkulu.

Sedangkan tiga wilayah yang masih diproses yaitu WKP Danau Ranau di Sumatera Selatan 110 MW, serta Oka Ile Ange 10 MW dan Gunung Sirung 5 MW di Nusa Tenggara Timur. “Kami harap segera terwujud. Karena kami butuh pembangkit-pembangkit baru,” harapnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berpendapat bahwa penggunaan energi terbarukan melalui pemanfaatan panas bumi tak bisa lagi ditunda. Namun, ia menekankan agar PT PLN Persero mengambil langkah tepat dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya hal ini.

“Kendala biasanya sosial. Makanya saya pesan agar ada pendekatan. Sosialisasi kepada masyarakat adalah arti penting, cara kerjanya, luasan yang diterima seperti apa, sehingga masyarakat jadi mengerti. Kami sudah belajar dari Gunung Lawu, orang bilang nggak setuju. Nggak setuju karena takut, maka dikasih tahu dulu,” ulas Ganjar.

Bicara soal jangka panjang, memanfaatkan energi khususnya untuk produksi listrik bagi masyarakat adalah pilihan tepat. Mengingat saat ini gas dan surya belum optimal. Sedangkan batu bara ditakutkan bakal mencemari lingkungan.

“Meskipun ini investasi mahal, tapi seterusnya tidak pakai operasional lagi. Karena sudah otomatis muncul dari dalam bumi, tinggal dikelola,” tandas Ganjar.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : Tunggul Kumoro

PLTP Ungaran Segera Dibangun