
Seorang penjual ayam tengah melayani pembeli di salah satu pasar tradisional di Kota Medan, Jumat (20/7).
JawaPos.com - Harga ayam potong mengalami kenaikan cukup signifikan di Kota Medan. Naiknya harga ayam tersebut hampir terjadi di seluruh pasar tradisional.
Pantauan hari ini, harga ayam potong di Pasar Petisah Kota Medan menembus harga Rp 38 ribu per kilogram. Harga mulai merangkak naik sejak beberapa hari sebelum lebaran.
Padahal sebelum lebaran, harga ayam potong masih di angka Rp 25 ribu. Setelah lebaran, harganya mulai merangkak naik di angka Rp 27 ribu. Hingga sampai minggu lalu, harganya berada di angka Rp 35 ribu per kilogram.
"Belum pernah turun, naik terus sampai sekarang. Payah lah jualnya," kata Hamzah, pedgang ayam potong di Pasar Petisah, Jumat (20/7).
Sudah seminggu terakhir harga ayam berada di angka Rp 38 ribu. Menurut Hamzah penyebabnya adalah minimnya pasokan di tingkat pemasok. "Kalau kata pemasok, mulai sikit barang. Di pasar manapun sedikit. Jadi mereka bikin harga yang tinggi. Mau gak mau harganya naik," katanya.
Mahalnya harga ayam, dikeluhkan sejumlah pembeli. Apalagi yang memiliki usaha kedai nasi.
Shinta, 32, salah satu pedagang di kawasan Jalan Sudirman meradang dengan tingginya harga ayam. Mau tidak mau dia tetap harus membeli ayam dengan harga tinggi. "Yah mau cemana lagi. Kan gak mungkin gak dibeli. Namanya kita orang jualan nasi. Menu ayam itu harus ada," kata Shinta.
Bahkan dia sama sekali tidak mengurangi besar potongan ayam yang dimasaknya. Karena, bisa jadi mempengaruhi kemauan pelanggannya untuk membeli.
Selain ayam, tingginya harga telur juga dikeluhkan sejumlah pembeli. Harga telur tembus hingga Rp 1.600 per butir untuk ukuran relatif kecil. Mahalnya harga ayam dan telur juga terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebut ada dua faktor yang membuat harga telur ayam naik di pasar akhir-akhir ini. Pertama, melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang terjadi beberapa bulan terakhir.
Hal ini memberi pengaruh terhadap harga jual pakan yang berbahan baku impor. Akan tetapi, selain pengaruh komponen bahan baku yang berasal dari impor ada faktor dari dalam negeri juga. Salah satunya adalah ketersediaan Day Old Chicken (DOC).
"Yang (berbahan baku) komponen impor pasti naik (harganya), DOC (juga) naik, diluar itu ada tingkat kematian (ayam petelur) yang cukup (tinggi)," kata Enggar saat wawancara khusus dengan JawaPos.com di kantornya, Jakarta, Kamis (12/7).
Sesuai dengan hukum suplai dan demand, jika suplai berkurang maka harganya juga akan naik. Harga ditingkat hilir akan meningkat apabila suplai berkurang dan ditambah biaya pokok yang naik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022