
Orang tua harus bijak mengenalkan gadget kepada buah hati. (Pixabay.com)
JawaPos.com - Peran para orang tua untuk membatasi waktu buah hatinya bermain gadget harus lebih serius. Bukan tanpa alasan, selama 2019 ini, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), ternyata sudah menangani tujuh anak dan remaja yang mengalami gangguan jiwa akibat kecanduan gadget alias gawai.
Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya. Berdasarkan data RSJ milik Pemprov Kalsel itu pada 2018 hanya ada lima orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) pecandu gadget yang mereka tangani.
"Tahun lalu hanya satu yang dirawat inap dan empat rawat jalan, sementara tahun ini ada dua yang sempat dirawat inap dan lima dirawat jalan," kata Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum, dr IBG Dharma Putra, sebagaimana dikutip dari Prokal.co (Jawa Pos Group), Jumat (18/10).
Sementara itu, dokter spesialis kejiwaan RSJ Sambang Lihum, Yanuar Satrio menerangkan, saat ini dua pasien gangguan jiwa pecandu gawai yang sempat dirawat inap sudah sembuh dan diperbolehkan pulang. Akan tetapi, masih harus minum obat secara teratur. "Dia seperti gangguan jiwa pada umumnya, kalau tidak minum obat maka akan kumat," ucapnya.
Mengenai bagaimana kondisi para pasien saat baru dibawa ke RSJ, dia mengungkapkan, yang paling parah ialah anak berusia 14 tahun dari Tanah Laut yang sempat dirawat inap selama dua pekan. "Anak itu sudah sampai ke gangguan jiwa berat, karena sudah ada perubahan perilaku," bebernya.
Perubahan perilaku yang dia maksud, pasien yang kecanduan ponsel tersebut sering mengamuk dan berhalusinasi mengikuti gaya-gaya karakter yang ada di game gadget yang sering dimainkannya. "Saya tidak tahu karakter game apa yang dia ikuti, yang jelas dia jadi mengamuk tidak jelas," ujar Yanuar.
Karena sering mengamuk, lanjut dia, orang tuanya sampai-sampai tidak bisa lagi mengendalikan pasien tersebut. "Anak itu tidak bisa dilarang bermain gadget, kalau dilarang juga mengamuk. Tidak ada cara lain, orang tuanya membawanya ke RSJ," ungkapnya.
Sedangkan untuk pasien pecandu gadget yang ringan, Yanuar menjelaskan, ciri-ciri sudah mengalami gangguan jiwa yakni merasa cemas jika tidak bermain ponsel. "Selain itu, mereka susah tidur dan sulit berkonsentrasi," jelasnya.
Dia menuturkan, pecandu gadget yang mereka tangani selama ini usianya semuanya baru belasan tahun. Yakni, dari 13 tahun sampai 17 tahun. Kebanyakan berasal dari Banjarmasin, Banjarbaru, dan Tanah Laut.
"Itu karena orang tua tidak mau membatasi penggunaan gadget untuk anak mereka, padahal menggunakan gadget untuk hiburan lebih dari 2 jam dalam sehari sangat tidak baik," tuturnya.
Lalu bagaimana bisa manusia bisa kecanduan main gadget?
Yanuar menjelaskan, gim dalam ponsel sebenarnya mampu memacu otak. Jika otak terus dipacu, maka lama kelamaan akan lelah dan akhirnya menimbulkan rasa ketergantungan. "Tapi, kalau menggunakan gadget untuk keperluan pekerjaan tidak akan menimbulkan kecanduan. Yang bahaya itu dipakai untuk main game tanpa batasan waktu," pungkasnya.

Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Harry Kane Cs Diprediksi Menang, Tapi Laga Berjalan Alot
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026: El Tri Difavoritkan Lolos ke 16 Besar!
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Prediksi Susunan Pemain Timnas Prancis vs Swedia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Adrien Rabiot Waspadai Lini Serang Lawan
