Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 September 2018 | 03.53 WIB

Tawuran Dibubarkan Polisi, Pelajar: Tembak Saya Kalau Berani!

Polisi menginterogasi para pelajar yang terlibat tawuran di Jalan Perjuangan Kota Cirebon, Senin (17/9) sore sekitar pukul 17.00. - Image

Polisi menginterogasi para pelajar yang terlibat tawuran di Jalan Perjuangan Kota Cirebon, Senin (17/9) sore sekitar pukul 17.00.

JawaPos.com – Tawuran pelajar kembali pecah di Kota Cirebon. Pelajar dari sebuah SMK di Jalan Perjuangan terlibat bentrok dengan sekolompok pelajar SMK lainnya. Bahkan, salah satu pelajar sempat menantang polisi saat berusaha dibubarkan.


Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00, Senin (17/9). Awalnya, kelompok pelajar SMK melintas di Jalan Bypass Kota Cirebon dengan menaiki Bus Kopayu. Mereka tiba-tiba turun saat melihat sekelompok pelajar lain yang sedang berjalan kaki.


Mereka langsung menyerang menggunakan batu serta kayu. Bahkan, seorang pelajar menjadi bulan-bulanan karena tertangkap kelompok pelajar lain saat hendak melarikan diri.


Rudi Mulya, satpam kantor di lokasi tawuran menambagkan, sekelompok pelajar dari SMK di Jl Perjuangan hendak pulang menuju Jl Bypass dengan berjalan kaki. Namun baru sampai depan sebuah rumah sakit, datang menyongsong puluhan pelajar siap tempur dari arah Jl Bypass.


Mereka membawa potongan kayu dan batu bata. Dengan bengisnya menyerang pelajar yang hendak pulang. Sekitar sepuluh menit adu jotos dan saling lempar batu terjadi.


"Saya dan warga yang kebetulan melintas mencoba membubarkan. Ada satu pelajar yang terluka akibat dipukul pelajar lainnya,” ujar Rudi kepada Radar Cirebon (Jawa Pos Group) sesaat setelah kejadian.


Meski dilerai bukannya menurut, kelompok pelajar penyerang malah tambah brutal. Bahkan Rudi sempat bersitegang dengan beberapa pelajar yang kesetanan itu. Warga dan guru dianggap tidak ada oleh pelajar itu.


Pada saat bersamaan datang seorang polisi langsung memerintahkan pelajar itu bubar. Tak mempan dengan itu, polisi mencabut pistol untuk menakut-nakuti pelajar penyerang.


“Ini gila sudah keterlaluan, masak mereka tidak takut polisi yang sudah memperingatkan dengan mengeluarkan pistol. Bahkan salah seorang pelajar yang menyerang itu menantang: tembak saya kalau berani! Mereka berani sekali. Untungnya polisi itu tidak terpancing emosinya,” papar Rudi.


Tawuran baru bisa dibubarkan ketika lima unit mobil quick respon Polres Ciko datang. Pelajar penyerang berhamburan lari ke arah Jl Bypass. Beberapa dari mereka ada yang naik truk dan kendaraan lain.


Kabagops Polres Ciko Kompol Purnama menyesalkan terjadinya lagi tawuran. Padahal pihaknya sudah melakukan berbagai pendekatan persuasif dan preventif. Namun mereka yang berniat tawuran selalu kucing-kucingan dengan petugas.


“Sebenarnya sudah ada tindakan tegas dari sekolah, dalam hal ini mengeluarkan pelajar yang terbukti melakukan tawuran. Dari kepolisian juga sudah melakukan berbagai pembinaan ke sekolah. Selanjutnya kita tetap siapkan anggota di titik dan jam rawan tawuran,” tegasnya.


Pantauan koran ini di TKP, selain seorang pelajar yang terluka, ada satu unit mobil yang sedang parkir mengalami lecet dan sedikit penyok akibat lemparan batu. Satu motor milik pelajar juga rusak ringan. Terlihat juga Kasatlantas AKP Rezkhy Satya Dewanto dan sejumlah anggota polisi dari berbagai Polsek mengamankan lokasi kejadian.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore