
Masyarakat menandatangi petisi dukungan untuk Orangutan Tapanuli yang tinggal 800 ekor lagi.
JawaPos.com – Perambahan hutan dan mobilitas manusia semakin mengancam populasi orangutan. Terus berkurangnya luasan hutan, membuat habitat orangutan semakin terhimpit dan terancam punah.
Di Sumatera jumlah mamalia itu semakin sedikit. Catatan Orangutan Information Centre (OIC) populasi orangutan di Sumatera tinggal sekitar 13.700 ekor. Diantaranya ada Orangutan Tapanuli (pongo tapanuliensis) yang tinggal 800 ekor.
Artinya Orangutan Tapanuli terancam berada di ambang kepunahan. Berbagai upaya pun dilakukan untuk menjaga kelangsungan hidup orangutan.
OIC mengajak masyarakat perkotaan juga menjadi penjaga orangutan. Sekecil-kecilnya terus menyuarakan soal oranguyan yang diambang kepunahan.
"Kita pengin masyarakat luas bisa berkontribusi. Masyarakat perkotaan bisa berperan. Karena masyarakat urban (Perkotaan) juga bisa menentukan arah kebijakan. Misalnya ada kebijakan yang salah seperti pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di kawasan hutan Batangtoru," kata Direktur OIC Panut Hadisiswoyo di sela acara Orangutan Festival 2018 di Taman Sri Deli, Kota Medan, Sabtu (18/8).
Menurut Panut, peran serta masyarakat perkotaan begitu dibutuhkan. Karena akses dengan pemangku kebijakan menjadi lebih dekat. OIC hingga saat ini menjadi salah satu dari banyak lembaga yang terus menyuarakan soal keberlangsungan hidup orangutan.
"Kita semua juga bisa menjadi penjaga orangutan. Dalam orangutan festival ini kita mengajak masyarakat luas untuk memulai, satu pemahaman yang sama, aksi bersama bahwa kita bisa menyelamatkan populasi orangutan dari kepunahan," ujarnya.
Panut menjabarkan, saat ini habitat orangutan sudah semakin sempit. Alih fungsi hutan menjadi lahan pengembangan seperti perkebunan, perumahan, pertambangan dan lainnya masih masif dilakukan. "Untuk menjaga orangutan maka kita harus menjaga habitatnya," ungkapnya.
Saat ini habitat orangutan di Sumatera tidak lebih dari 2,7 juta kilometer persegi. Perambahan menjadi ancaman paling besar merusak tatanan hutan.
"Selain masyarakat, perambahan dilakukan oleh kelompok yang lebih besar dari masyarakat, oknum dari aparat penegak hukum dan oknum pemerintah yang juga ikut merambah," tandasnya.
Orangutan Festival diselenggarakan bertepatan dengan Hari Orangutan Internasional. Dalam acara Orangutan Festival, OIC menggelar kampanye soal orangutan khususnya yang hampir punah yakni, Orangutan Tapanuli. Mulai dari seminar, bazaar dan pentas seni. Orangutan Festival akan digelar selama dua hari mulai 18-19 Agustus 2018.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
