Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 Agustus 2018 | 03.57 WIB

Terancam Punah, Populasi Orangutan Sumatera Tinggal 13.700 Ekor

Masyarakat menandatangi petisi dukungan untuk Orangutan Tapanuli yang tinggal 800 ekor lagi. - Image

Masyarakat menandatangi petisi dukungan untuk Orangutan Tapanuli yang tinggal 800 ekor lagi.

JawaPos.com – Perambahan hutan dan mobilitas manusia semakin mengancam populasi orangutan. Terus berkurangnya luasan hutan, membuat habitat orangutan semakin terhimpit dan terancam punah.


Di Sumatera jumlah mamalia itu semakin sedikit. Catatan Orangutan Information Centre (OIC) populasi orangutan di Sumatera tinggal sekitar 13.700 ekor. Diantaranya ada Orangutan Tapanuli (pongo tapanuliensis) yang tinggal 800 ekor. 


Artinya Orangutan Tapanuli terancam berada di ambang kepunahan. Berbagai upaya pun dilakukan untuk menjaga kelangsungan hidup orangutan


OIC mengajak masyarakat perkotaan juga menjadi penjaga orangutan. Sekecil-kecilnya terus menyuarakan soal oranguyan yang diambang kepunahan. 


"Kita pengin masyarakat luas bisa berkontribusi. Masyarakat perkotaan bisa berperan. Karena masyarakat urban (Perkotaan) juga bisa menentukan arah kebijakan. Misalnya ada kebijakan yang salah seperti pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di kawasan hutan Batangtoru," kata Direktur OIC Panut Hadisiswoyo di sela acara Orangutan Festival 2018 di Taman Sri Deli, Kota Medan, Sabtu (18/8). 


Menurut Panut, peran serta masyarakat perkotaan begitu dibutuhkan. Karena akses dengan pemangku kebijakan menjadi lebih dekat. OIC hingga saat ini menjadi salah satu dari banyak lembaga yang terus menyuarakan soal keberlangsungan hidup orangutan. 


"Kita semua juga bisa menjadi penjaga orangutan. Dalam orangutan festival ini kita mengajak masyarakat luas untuk memulai, satu pemahaman yang sama, aksi bersama bahwa kita bisa menyelamatkan populasi orangutan dari kepunahan," ujarnya. 


Panut menjabarkan, saat ini habitat orangutan sudah semakin sempit. Alih fungsi hutan menjadi lahan pengembangan seperti perkebunan, perumahan, pertambangan dan lainnya masih masif dilakukan. "Untuk menjaga orangutan maka kita harus menjaga habitatnya," ungkapnya. 


Saat ini habitat orangutan di Sumatera tidak lebih dari 2,7 juta kilometer persegi. Perambahan menjadi ancaman paling besar merusak tatanan hutan. 


"Selain masyarakat, perambahan dilakukan oleh kelompok yang lebih besar dari masyarakat, oknum dari aparat penegak hukum dan oknum pemerintah yang juga ikut merambah," tandasnya. 


Orangutan Festival diselenggarakan bertepatan dengan Hari Orangutan Internasional. Dalam acara Orangutan Festival, OIC menggelar kampanye soal orangutan khususnya yang hampir punah yakni, Orangutan Tapanuli. Mulai dari seminar, bazaar dan pentas seni. Orangutan Festival akan digelar selama dua hari mulai 18-19 Agustus 2018. 

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore