JawaPos Radar

Pemerintah Diminta Buka Kelas Inklusi di Semua SMAN

15/08/2018, 12:27 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Difabel
Siswa SMALB A dan SMPLB A YPAB mengikuti lomba makan bakpao dalam rangka perayaan HUT ke-73 RI. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah diminta untuk membuka kelas inklusi di semua SMAN dan SMKN. Tujuannya memudahkan aksesibilitas siswa disabilitas. Terutama terkait jarak sekolah dengan tempat tinggal.

Harapan itu disampaikan Kepala SMPLB dan SMALB Yayasan Pendidikan Anak Buta (YPAB) Eko Purwanto. Bahkan, pihak YPAB sudah menyusun draf usulan dan selanjutnya diserahkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim).

"Lembaga pemberdayaan tuna netra sudah menyusun draft untuk inklusi dan diajukan ke Pemprov Jatim. Tapi saya belum tahu kapan direspons pemerintah," kata Eko di sela lomba perayaan HUT ke-73 RI di sekolah YPAB, Rabu (15/8).

Eko mengungkapkan, saat ini banyak siswa tuna netra yang tinggal di kawasan Surabaya Barat terpaksa memilih sekolah di SMAN 10 atau SMAN 8. "Karena memang hanya dua sekolah negeri itu saja yang buka kelas inklusi," imbuhnya.

Selain itu, pembukaan kelas inklusi di jenjang SMA tentu akan memfasilitasi banyak siswa disabilitas yang ingin melanjutkan ke sekolah negeri. "Saat ini, semua SMPLB di Surabaya itu dikelola swasta," beber Eko.

Selain menuntut pembukaan kelas inklusi di semua SMAN, Eko juga berharap ada dukungan dari pemerintah bagi yayasan sekolah luar biasa. Pemerintah diharapkan mengucurkan bantuan sarana dan prasarana bagi pengelola SLB swasta.

"Sarana prasarananya, saya harap ada bantuan untuk sekolah SLB swasta di Surabaya. Juga kemudahan aksesibilitas siswa disabilitas untuk berinteraksi di dunia luar," harap Eko.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up