Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Juli 2018 | 00.01 WIB

Densus 88 Ciduk 5 Terduga Teroris Asal Indramayu

Suasana penggeledahan rumah terduga teroris di perumahan BTN di Cipancuh, Kecamatan Hargeulis. - Image

Suasana penggeledahan rumah terduga teroris di perumahan BTN di Cipancuh, Kecamatan Hargeulis.

JawaPos.com - Tim Densus 88 Antiteror kembali mengamankan terduga teroris di Indramayu, Jawa Barat. Kali ini, lima orang terduga teroris diamankan di empat lokasi berbeda di sejumlah daerah di Kabupaten Indramayu, Sabtu (14/7) dan Minggu (15/7).


Penangkapan kelima terduga teroris tersebut sempat menggegerkan warga sekitar. Informasi yang berhasil dihimpun JawaPos.com, Tim Densus 88 sempat mengerahkan sebuah mobil penjinak bom. Akibatnya, warga setempat berkerumun saat proses penangkapan tersebut.


Lima terduga teroris itu diketahui berinisial, AS, 43, I, 16, R, 30, M, 39 dan Mu, 32. AS dan I diketahui merupakan bapak dan anak. Mereka ditangkap di empat lokasi berbeda-beda pada Sabtu (14/7). Sementara Mu ditangkap pada Minggu (15/7) dini hari.


Terduga teroris AS dan I , keduanya ditangkap oleh Tim Densus 88 Antiteror di sebuah bengkel motor milik AS di Jalan Raya Anjatan, Blok Bernuk, Kecamatan Anjatan.


Setelah menciduk AS dan I, polisi pun bergegas menangkap terduga teroris R di rumah kontrakan di Blok Sukajadi Desa Sukajadi, Kecamatan Hargeulis. R diketahui saban harinya berprofesi sebagai pria tukang sol sepatu.


Usai menciduk R, petugas langsung menuju rumah pribadinya di perumahan BTN di Cipancuh, Kecamatan Hargeulis untuk melakukan penggeledahan dan mencari sejumlah barang bukti. Hasilnya, petugas menemukan sejumlah dokumen dan bendera yang mirip digunakan kelompok ISIS.


Selanjutnya, Tim Densus 88 mengamankan terduga teroris lainnya, M di wilayah Kecamatan Kandanghaur. Diketahui, M dikenal sebagai seorang pedagang asongan di Desa Kertawinangun, Kecamatan Kandanghaur.


Terakhir, terduga teroris berinisial Mu diamankan di Pasar Tulung Agung Kecamatan Kertasemaya. Warga Blok Pilangsari, Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang itu diamankan saat sedang mengantarkan kue ke pasar.


Saksi mata, Karmini, warga asal Blok Bernuk Kecamatan Anjatan mengatakan, terduga teroris AS dan I diamankan di bengkelnya karena menyimpan benda-benda yang diindikasikan untuk berbuat tindak terorisme. Dari bengkel milik AS, tim Densus 88 mengamankan lumpang, cobek, sangkur, dan kawat tembaga.


"Ada banyak benda yang dibawa, tapi saya hanya tahu benda-benda itu saja," ujar Karmini, Minggu (15/7).


Karmini menjelaskan, AS dan I adalah warga asli daerah setempat. Menurutnya, anak I putus sekolah, dan kesehariannya bekerja sebagai montir di bengkel tersebut. "Setahu saya, I tidak sekolah. Tapi kerja di bengkel AS," paparnya.


Terpisah, Marni, ketua RT tempat tinggal M, mengaku tidak mengetahui aktivitas keseharian M. "Setahu saya, M hanya kerja sebagai pedagang. Kalau sudah selesai dia pulang ke rumah," paparnya.


Hingga berita ditulis, pihak kepolisian Mabes Polri dan Polda Jabar masih mendalami informasi kelima terduga teroris asal Indramayu, Jawa Barat.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore