
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat dijumpai usai proses pemeriksaan oleh Bawaslu di Kantor Bawaslu Jateng, Kota Semarang, Jumat (15/2).
JawaPos.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memenuhi panggilan Bawaslu untuk diklarifikasi soal acara deklarasi pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin yang diinisiasinya pada Sabtu (26/1) lalu di Hotel Alila, Solo. Datang dengan busana adat Jawa lengkap, politisi PDIP itu diperiksa selama sejam.
Ganjar tiba di Kantor Bawaslu Jateng, Jumat (15/2) sekitar pukul 12.40 WIB. Terkait busana yang ia pakai, para pegawai Pemprov Jateng memang wajib mengenakan pakaian adat kala tanggal 15 tiap bulannya. Tanggal ini bertepatan dengan tanggal ulang tahun Provinsi Jateng.
Sekira pukul 13.45 WIB, Ganjar muncul dari ruang pemeriksaan. Saat ditanya awak media, ia mengaku tak ingat jumlah pertanyaan yang ditanyakan oleh Bawaslu. Namun, dirinya sempat membeberkan beberapa jenis pertanyaan.
"Apakah bener yang ngundang saya, (saya jawab) iya. Apakah bener (yang hadir selaku) kepala daerah, tidak. Karena yang saya undang pribadi. Ini undangannya atas nama Ganjar. Apakah mengajak kepala daerah dukung Jokowi, tidak," katanya.
Karena, kata Ganjar, yang ia undang adalah para kepala daerah yang memang sejak awal tergabung dalam koalisi partai pendukung Jokowi-Ma'ruf. Kemudian, ditanya apakah setelah kegiatan ada tindak lanjut dari para pesertanya, Ganjar menjawab tegas.
"Ya pasti ada, mereka petugas partai, petugas koalisi. Saya yang minta mereka untuk bergerak," katanya lagi. Sembari memastikan tak ada fasilitas negara yang digunakan saat acara.
Tapi, Ganjar mengungkap, sebenarnya obrolan dalam acara itu tak serta merta bertemakan Pilpres. Namun, ada pelaksanaan pemerintahan, bencana, demam berdarah, dan sebagainya.
"Mosok aku arep kampanye ning kono tok ora ono uwonge. Njuk mosok neng ngarep wartawan, sampeyan yo durung mesti milih," ucapnya.
Namun, kata Ganjar, di akhir pemeriksaan oleh Bawaslu, dirinya sempat ditanya sebuah pertanyaan yang menurutnya itu menarik. Yakni, apakah setelah ini bakal mengadakan pertemuan serupa lagi atau tidak.
"Iya, aku bilang gitu. Jadi saya berencana ketemu lagi dengan teman-teman, dengan kelompok ini. Tapi kayaknya telepon-teleponan (untuk koordinasi) sama Bawaslu," tandasnya.
Sebelumnya, sejumlah kepala daerah di Jateng dilaporkan oleh kubu Prabowo-Sandi karena partisipasi mereka di acara deklarasi pemenangan Jokowi-Ma'ruf di Solo. Pada acara yang diinisiasi oleh Ganjar Pranowo tersebut, pada laporan yang ditulis kepada Bawaslu, tertulis dugaan pelanggaran kampanye seperti tindakan menguntungkan, pemanfaatan fasilitas negara, dan izin cuti.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
