alexametrics

Denpasar Tutup Kembali Fasilitas Publik akibat Lonjakan Covid-19

14 September 2020, 07:16:27 WIB

JawaPos.com–Pemerintah Kota Denpasar, Bali, memutuskan untuk kembali menutup sementara fasilitas publik. Di antara yang ditutup itu, yakni Lapangan Lumintang, Taman Kota, dan Lapangan Puputan Badung, seiring meningkatnya klaster pandemi Covid-19.

”Meningkatnya intensitas persebaran kasus Covid-19 di Denpasar, sehingga fasilitas umum yang menyebabnya terjadi kerumunan massa untuk sementara ditutup lagi,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai seperti dilansir dari Antara di Denpasar, Minggu (13/9).

Dia mengatakan, langkah yang diambil Pemkot Denpasar itu sebagai upaya mencegah klaster fasilitas publik pandemi Covid-19. Penularan yang semakin meningkat terjadi sejak diterapkan adaptasi kebiasaan baru beberapa pekan belakangan ini. Tak hanya di Kota Denpasar, hampir sebagian besar daerah mengalami lonjakan kasus Covid-19.

”Kasus Covid-19 mengalami lonjakan. Untuk itu, kita harus lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan. Untuk sementara waktu, tiga fasilitas publik, yakni Lapangan Lumintang, Lapangan Puputan Badung, dan Taman Kota Lumintang ditutup kembali guna mengurangi kerumunan dan keramaian,” ujar I Dewa Gede Rai.

Dewa Rai mengatakan, penutupan tiga fasilitas publik itu hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Hal itu sembari menunggu evaluasi penanganan dan rekomendasi dari GTPP Covid-19.

”Saat ini, kasus persebaran Covid-19 di Kota Denpasar mengalami peningkatan. Mohon masyarakat untuk sementara tidak datang ke tiga tempat tersebut, baik untuk berolahraga maupun berekreasi, masyarakat diimbau untuk berolah raga di rumah saja. Masyarakat agar bisa memaklumi demi kebaikan dan kesehatan kita bersama,” tutur I Dewa Gede Rai.

Dewa Rai yang juga Kabag Humas dan Protokol Kota Denpasar itu menambahkan, Pemkot Denpasar terus berkomitmen untuk mendukung bergeraknya perekonomian masyarakat pada masa pandemi Covid-19. Sehingga, fasilitas publik yang memungkinkan untuk penerapan disiplin protokol kesehatan masih tetap dibuka.

”Jadi tidak semuanya ditutup, melainkan yang memiliki resiko tinggi penularan yang tidak terkendali. Sejauh ini, lapangan dan taman kota ramai dikunjungi hingga larut malam, sehingga dikhawatirkan menjadi klaster baru akibat tidak terkendalinya kerumunan masyarakat. Kami berharap masyarakat dapat memaklumi dan semoga Covid-19 segera tertangani dengan baik,” kata I Dewa Gede Rai.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara




Close Ads