
Capres Joko Widodo dan Cawapres KH Ma
JawaPos.com - Pemilu 2019 yang kembali mempertemukan Joko Widodo dan Prabowo Subianto disambut para pendukung kedunya. Termasuk di Sumatera Barat yang disebut 'zona merah' oleh relawan Jokowi. Pada Pilpres 2014, Jokowi kalah telak dari Prabowo.
Ketua Majelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau (MTKAAM) Sumbar, Irfianda Abidin Dt Panghulu Basa mengomentari peluang Jokowi di Ranah Minang. Menurut Irfianda, dalam menentukan pilihan pemimpin, orang Minang mempertimbangkan manfaat dan mudaratnya.
"Kami melihat sosok Prabowo adalah seorang pejuang, sehingga timbul semangat memilihnya jadi presiden," kata Irfianda saat dihubungi JawaPos.com, Senin (13/8).
Terkait Jokowi yang menggandeng seorang ulama KH Ma'ruf Amin, dia menilai tidak akan berpengaruh banyak, terutama di Sumbar. Irfianda mengaku tidak mendambakan Jokowi karena banyak janji kampanye kepada masyarakat yang tidak dituntaskan.
Irfianda bahkan mengatakan, MTKAAM menyerukan pada masyarakat Minang, baik yang di Sumbar maupun yang berada di perantauan, untuk memilih Prabowo ketimbang Jokowi. "Prabowo itu tegas. Indonesia lebih baik dipimpin seorang pemimpin yang tegas," sebut Irfianda.
Sebelumnya, pengamat politik dari Universitas Andalas (Unand), Najmuddin Rasul mengatakan, pemilih di Ranah Minang cenderung rasional dalam menentukan sikap untuk memilih calon pemimpin, terutama presiden dan wapres.
Menurutnya, rentetan kunjungan Jokowi ke Sumbar dengan semua proyek infrastruktur yang dibawanya tidak akan berpengaruh terhadap perolehan suara Jokowi di Pilpres 2019. "Sampai kini, masyarat Sumbar masih dominan mendukung Prabowo," kata Najmudin saat dihubungi JawaPos.com via telepon seluler, Minggu (12/8).
Bahkan, kata Najmudin, dirinya sempat melakukan polling melalui media sosial (medsos). Hasilnya, 90 persen pemilih di Sumbar menjatuhkan dukungan pada Prabowo. "Sampai kini, pemilih Jokowi di Sumbar masih rendah," terang Doktor Komunikasi Politik jebolan Universitas Kebangsaan itu tanpa merincikan sampel polling medsos yang dilakukannya.
Berbagai alasan rasional yang dipaparkan pemilih Sumbar terhadap sosok Jokowi. Mulai dari banyaknya janji kampanye Jokowi di 2014 yang tak kunjung terlaksana. Misalnya, harga dollar sampai 10 ribu, lapangan pekerjaan, tenaga kerja asing. Nyaris, semua itu tidak terpenuhi oleh mantan Gubernur DKI itu.
"Warga Sumbar itu rasional san Prabowo mampu membangun isu rasional, begitu juga ekonomi. Makanya, sampai saat ini, Jokowi masih di bawah kalau di Sumbar," tegasnya.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
