
Mahasiswa IAIN Kudus melakukan penyegelan pintu masuk ruang rektorat IAIN Kudus saat aksi unjuk rasa menuntut penurunan biaya uang kuliah tunggal (UKT), Senin (12/7). Akhmad Nazaruddin Lathif/Antara
JawaPos.com–Puluhan mahasiswa IAIN Kudus, Jawa Tengah, yang tergabung dalam aliansi mahasiswa melakukan penyegelan pintu rektorat. Hal itu sebagai bentuk kekecewaan atas mahalnya biaya uang kuliah tunggal (UKT) yang dinilai tidak masuk akal pada masa pandemi Covid-19.
Aksi unjuk rasa digelar di depan gedung Rektorat IAIN Kudus, Senin (12/7), dengan mengusung spanduk berisi berbagai tulisan tuntutan terhadap pihak rektorat agar ada keringanan biaya UKT. Menurut Presiden BEM IAIN Kudus Muhammad Khoriul Annas, kenaikan UKT pada masa pandemi menunjukkan tidak ada kepekaan terhadap kondisi saat ini yang serba sulit.
Kalaupun kampus memberikan keringanan 15 persen untuk UKT, kata dia, surat edarannya justru mendadak dan waktunya juga terbatas mulai Jumat (9/7) sore. Sedangkan Sabtu dan Minggu hari libur. Hari terakhir pembayaran Senin (12/7) sehingga tidak masuk akal.
Dalam aksinya, mereka mengajukan enam tuntutan, yakni transparansi UKT bagi mahasiswa angkatan 2018–2021, menyoal Surat Edaran Pengumuman Nomor 2795/IN.37/R3/07.2021 tentang Pengajuan Permohonan Keringanan atau Perpanjangan Pembayaran UKT bagi Mahasiswa Tahun Akademik 2021/2022, dan menuntut potongan UKT 25 persen tanpa syarat dan angsuran dengan skema tiga kali pembayaran.
Mahasiswa juga menuntut penuntut pemotongan UKT bagi mahasiswa semester 9–14, transparansi anggaran di semua lini dan sektor, dan perbaikan sistem akademik/pembelajaran mahasiswa.
”Kami pastikan semua terdampak pandemi sehingga kami berharap rektorat memiliki sensitivitas kepada mahasiswa. Potongan UKT 25 persen menurut kami wajar,” ujar Muhammad Khoriul Annas seperti dilansir dari Antara.
Dari hasil audiensi dengan pihak rektorat, akhirnya dikabulkan beberapa tuntutan, seperti potongan UKT kini diperpanjangan hingga 25 Juli. Namun, pada tahun ini potongannya hanya 15 persen, sedangkan tahun depan menjadi 20 persen.
”Sistem pendidikan juga akan dievaluasi karena sebelumnya sudah ada aplikasi dari kampus, kenyataan dosen menggunakan aplikasi Zoom Meet dan Google Meet. Hal ini perlu direalisasikan,” kata Muhammad Khoriul Annas.
Sementara itu, Rektor IAIN Kudus Mundzakir menanggapi tuntutan mahasiswa mengungkapkan aspirasi mahasiswa sebagai perbaikan. Pandemi Covid-19 berdampak pada semua sektor, termasuk perguruan tinggi, salah satunya IAIN Kudus.
”Seperti yang disampaikan para mahasiswa, terdapat tiga hal mulai dari perpanjangan pengajuan keringanan UKT, potongan 15 persen pada tahun ini dan 20 persen tahun akan datang. Perkuliahan juga akan terus dibenahi. Kami sadar ini transisi dari model offline menjadi online atau daring. Sadar kendala yang dihadapi apa pun harus dihadapi bersama,” ujar Mundzakir.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022