
SUPAYA TAK JADI SUMBER PENYAKIT: Petugas membakar bangkai burung di Kantor Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya, Jl Raya Juanda, kemarin (12/6). (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)
JawaPos.com - Ratusan bangkai hewan dan bibit tumbuhan dimusnahkan di Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya, Rabu (12/6). Komoditas itu merupakan barang sitaan. Ada yang merupakan hasil pengiriman ilegal. Ada juga yang tergolong dalam hama penyakit hewan karantina (HPHK) dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK).
Yang dimusnahkan, antara lain, 781 burung dari berbagai jenis, 13 ular, dan 1 gecko. Komoditas itu berasal dalam dan luar negeri. Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil menyatakan, pemusnahan dengan cara dibakar merupakan kewajiban petugas. Tujuannya, mencegah hama penyakit yang bisa membahayakan komoditas lain. "Bibit yang disita sebagian besar impor. Ditemukan hama. Sangat berbahaya untuk tumbuhan lainnya yang berada di sekitar benih tersebut," ucap Ali.
M. Mussafak Fauzi selaku kepala BBKP Surabaya mengatakan hewan yang dimusnahkan itu merupakan sitaan karena tidak dibekali dengan dokumen kesehatan karantina sehingga dinyatakan ilegal. Dalam masa penyitaan tersebut, hewan-hewan itu kemudian mati. "Karena itu, harus segera dimusnahkan supaya tidak jadi penyakit," tutur Mussafak Fauzi.
Semua hewan itu merupakan hasil pengiriman di dalam negeri Sementara itu, benih tumbuhan berasal dari luar negeri. Mulai Malaysia, Hongkong, Qatar, Taiwan, Korea, Singapura, Oman, Arab Saudi, Bahrain, Thailand, Prancis, hingga Algeria. "Kalau dirupiahkan, memang tanaman itu tidak sampai Rp 100 juta. Namun, dari awal tahun sudah ada 66 kali usaha memasukkan secara ilegal. Ini jelas bahaya bagi kelangsungan tanaman yang lain," jelasnya.
Hewan dan tumbuhan yang dimusnahkan itu berasal dari tiga tempat. Yakni, Kantor Pos Kediri, Kantor Bea Cukai Juanda, dan Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya.
Mussafak menyatakan, jenis burung yang dimusnahkan adalah murai batu, kacer, tledekan, cucak ijo, punglor, manyar, kolibri, beo, pugu, dan rangkok. Totalnya Rp 286 juta.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
