
Seekor gajah jinak yang bertugas di Conservasi Respon Unit (CRU) Kabupaten Aceh Timur, Aceh, ditemukan mati dan tanpa salah satu satu gadingnya.
JawaPos.com - Gajah jinak yang bertugas di Conservasi Respon Unit (CRU), Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, mati dibunuh. Hal itu menuai kecaman dan respons dari berbagai kalangan.
Bahkan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh sampai menggelar sayembara. Siapa saja yang memberikan informasi akurat atas pembunuhan gajah bernama Bunta tersebut akan mendapatkan hadiah Rp 30,5 juta. "Plus ngopi gratis seumur hidup," kata Kepala BKSDA Aceh Sapto Aji Prabowo kepada JawaPos.com, Rabu (13/6).
Penghargaan berupa uang itu merupakan bukti begitu besar harapan publik supaya kasus pembunuhan Bunta terungkap. Ia berharap kasus ini segera diungkap penegak hukum di Aceh. "Harapan itu diwujudkan dalam penghargaan yang akan diberikan kepada siapa pun yang memberikan informasi akurat pelaku pembunuhan Bunta," jelasnya.
Dana pengahargaan puluhan juta rupiah berasal dari BKSDA Aceh dan mitranya. Baik dari lembaga dan perorangan atau personel yang fokus serta peduli terhadap gajah. BKSDA juga membuka layanan Call Center BKSDA Aceh untuk menerima informasi.
"Terima kasih kepada mitra kami. Silakan informasi akurat disampaikan ke Call Center BKSDA Aceh no 085362836024 atau hubungi Polres Aceh Timur. Identitas pelapor akan kami jaga kerahasiaannya," ujarnya.
Seperti diketahui, awalnya Sapto menuliskan informasi di laman Facebook yang berisi akan memberi uang senilai Rp 10 juta kepada pemberi informasi pelaku pembunuh gajak Bunta. Namun beberapa hari kemudian berubah dan nilai penghargaan bertambah. "Sampai (pelakunya) dapat. Termasuk kalau polisi yang ungkap, hadiahnya diberikan ke polisi. Kan siapa pun," tambahnya.
Gajah Bunta ditemukan mati dengan salah satu satu gadingnya hilang di Dusun Jamur Batang, Desa Bunin, Kecamatan Serbajadi. Gajah jinak itu ditemukan tak bernyawa pada Sabtu (9/6) sekitar pukul 20.00 WIB. Satwa berbelalai itu diduga diracun oleh orang tak bertanggung jawab.
"Matinya satu ekor gajah di CRU. Yaitu unit yang menangani konservasi, khususnya penanganan konflik manusian dengan satwa liar," kata Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro dalam keterangannya di Banda Aceh, Minggu (10/6).
Wahyu mengungkapkan, modus operandi yang digunakan pelaku adalah memberikan makanan berupa mangga dan pisang yang mengandung racun. Gajah bernama Bunta itupun mati karena mengonsumsi makanan tersebut. "Lalu pelaku mengambil salah satu gading gajah dengan memotong (biagian) pipi gajah," tuturnya.
Penemuan gajah mati berawal dari informasi mahot bernama Saifuddin. Ketika itu, dia hendak memindahkan Bunta. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), sang mahot melihat dan menemukan Bunta sudah mati serta salah satu gadingnya hilang.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Hasil Piala Presiden: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya 1-1, Lanjut ke Extra Time!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Senpi hingga Narkoba di Sekolah Swasta di Jaksel Ternyata Milik Eks Ketua Yayasan
