
Pengamat Politik Sumbar Asrinaldi
JawaPos.com - Berbagai kasus yang menyeret calon legislatif (caleg) di Sumatera Barat (Sumbar) menyita perhatian publik. Tidak saja soal korupsi, utang-piutang, kasus bunuh diri dan dugaan perbuatan cabul pun meyeret nama sejumlah caleg.
Dari rangkuman JawaPos.com, sedikitnya ada tiga kasus yang membuncah masyarakat dan itu terjadi dalam masa menyonsong Pemilu April 2019. Pertama, kasus bunuh diri yang dilakukan oleh oknum caleg partai Gerindra si Kabupaten Pesisir Selatan pada awal Februari lalu. Caleg ini diduga depresi dan memilih mengakhiri hidupnya dengan tali gantungan di rumah sendiri.
Lalu, di pertengahan Februari, tepatnya Selasa (19/2), seorang oknum caleg berinisial YR dari Partai Bulan Bintang (PBB) Dapil Kota Padang juga diringkus jajaran Polresta Padang. Oknum ini diduga mencabuli dua bocah kakak beradik di kawasan Kecamatan Padang Utara.
Baru-baru ini, publik kembali dikejutkan dengan pelaporan dugaan perbuatan cabul yang dilakukan oknum Caleg asal PKS di Pasaman Barat. Menurut laporan, Caleg yang kabur itu diduga telah mencabuli anaknya selama 14 tahun.
Pengamat Politik Sumbar Asrinaldi mengatakan, peristiwa yang menyeret sejumlah Caleg tersebut tidak lepas dari peran partai politik (parpol) dalam melakukan perekrutan.
"Salah parpol. Tidak selektif dalam menominasikan Caleg. Parpol tidak punya mekanisme jelas dalam merekrut Caleg. Terutama di daerah," kata Asrinaldi saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (13/3).
Menurut Doktor Politik itu, parpol harusnya mampu menyaring ketat orang-orang yang akan diikutkan dalam kontestasi politik. Apalagi, di daerah sangat mencari orang yang berminat kegiatan politik.
"Akibatnya, yang didapat (Caleg) yang memang tidak memiliki integritas moral dan kapasitas sebagai calon wakil rakyat," tegasnya.
Untuk mendapatkan Caleg berkualitas, parpol mesti melaksanakan fungsinya sebagai wadah pendidikan politik. Misalnya, memberikan sosialisasi politik rutin kepada masyarakat.
"Sekarang masyarakat seolah-olah dibiarkan dengan keadaan seperti ini dan belajar (politik) sendiri. Tentu masalah ini berdampak pada rekrutmen politik (Caleg)," tutup pengajar Universitas Andalas (Unand).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
