Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 November 2017 | 08.25 WIB

Mengenal Pahlawan Nasional Sultan Mahmud Riayat Syah

Poster Sultan Mahmud Riayat Syah saat memimpin Kesultanan Lingga - Image

Poster Sultan Mahmud Riayat Syah saat memimpin Kesultanan Lingga

JawaPos.com - Sultan Mahmud Riayat Syah merupakan salah satu dari empat tokoh yang mendapat gelar pahlawan nasional dari pemerintah. Pemberian gelar pahlawan nasional itu disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Tengku Husein Saleh, ahli waris keturuan kedelapan atau keturunan pahlawan tersebut di Istana Merdeka, pada Kamis (9/11) lalu.


Pemberian gelar pahlawan nasional itu berdasarkan pada Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 115/TK/Tahun 2017. Lantas siapa Sultan Mahmud Riayat Syah? Ketua Tim Pengkaji Peneliti Gelar Daerah (TP2GD) Provinsi Kepri, Abdul Malik menerangkan, dia adalah sosok tidak pernah sedikitpun berkompromi dengan Belanda.


"Bertahun-tahun kami Tim Penulis Naskah Usulan Sultan Mahmud Riayat Syah sebagai Pahlawan Nasional Gerilya Laut Republik Indonesia melakukan penelitian. Tak ada satu fakta dan data pun yang kami temukan bahwa Sultan Mahmud Riayat Syah pernah berdiplomasi dengan Belanda. Malah sebaliknya, VOC-Belanda-lah yang berupaya untuk menjalin diplomasi dengan Sultan Mahmud, tetapi ditolak oleh Baginda Sultan," tegas Malik yang juga akademisi Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) itu.


Sang Sultan sangat gigih melawan Belanda. Sejak hijrah ke Lingga paada 1787 sampai 1811, Baginda Sultan menerapkan strategi perang gerilya laut, sehingga Belanda harus mengakui Kemerdekaan Kesultanan Lingga-Riau-Johor-Pahang. Kedaulatan Baginda Sultan Mahmud Riayat Syah pun diakui sebagai Penguasa Terbesar Kesultanan tersebut.


Seperti diketahui, Tim Penulis Naskah Usulan Sultan Mahmud Riayat Syah sebagai Pahlawan Nasional Gerilya Laut terdiri atas Abdul Malik, Susanto Zuhdi, Mukhlis Paeni, Didik Pradjoko, Abdul Kadir Ibrahim, Suarman Kamarul Zaman, Raja Malik Hafrizal, dan Lazuardy.


Atas Anugerah gelar pahlawan nasional ini Pemprov Kepri menggelar berbagai acara penyambutan sebagai rasa syukur atas jasa-jasa almarhum Sultan Mahmud Riayat Syah. Semasa hidup Sultan telah berkorban harta dan bahkan nyawa untuk Indonesia.


Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan, Sultan Mahmud Riayat Syah sebagai Pahlawan Bahari yang dimiliki Kepri saat ini, diharapkan menjadi motivasi dan semangat yang dititipkan untuk masyarakat di Kepri. Supaya nantinya bisa terus bejuang dengan semangat membangun daerah.


"Para pejuang yang telah berujang di masa lalu dan kini kami nikamti kemerdekaannya maka saat inilah kita melanjutkan perjuangan mereka dengan berjuang dalam pembangunan, ekonomi, pendidikan, budaya serta agama," ujar Nurdin.


Sementara itu Tengku Husein Saleh selaku ahli waris dari Sultan Mahmud Riayat Syah mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh elemen masyarakat yang terus berjuang dan berperan aktif sehingga anugerah itu diberikan.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore