
Uji publik moda LRT Jakarta. Masyarakat bisa meningkmati operasional moda transportasi publik berbasis rel tersebut. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Uji publik dihelat sejak kemarin (11/6) sampai 21 Juni mendatang. Rekomendasi teknis, keselamatan, dan sarana serta prasarana telah pula didapatkan dari Kementerian Perhubungan.
Praktis, proyek Lintas Rel Terpadu Jakarta (LRT Jakarta) tinggal menunggu izin operasi dari Gubernur Jakarta Anies Baswedan. "Komersial kan butuh apa? Satu tarif, oke itu sudah. Kedua izin operasi, kapan sih boleh menarik tiket, menarik tarif, sekarang itu yang lagi diproses," ungkap Direktur Utama PT LRT Jakarta Allan Tandiono di Stasiun Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, kemarin.
Ada 32 ribu orang yang telah mendaftar untuk ikut menjajal moda transportasi baru tersebut selama masa uji coba publik. Per hari sekitar 5 ribu penumpang.
Photo
Warga Jakarta saat memasuki Stasiun Velodrome. Masyarakat Ibu Kota mencoba menjajal moda transportasi masal, Kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) rute Velodrome-Kelapa Gading. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Sebelum Jakarta, Palembang terlebih dahulu mengoperasikan LRT. Berbarengan dengan Asian Games 2018. LRT Jakarta melintasi lima stasiun. Dengan total panjang lintasan 5,8 kilometer. Kelak jika sudah beroperasi resmi, kata Allan, LRT Jakarta ditargetkan bisa mengangkut 14 ribu penumpang per hari.
Sementara itu, Ketua Forum Transportasi Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia Aditya Dwi Laksana meminta Pemprov Jakarta untuk memikirkan integrasi LRT Jakarta dengan Transjakarta dan angkutan kota (angkot) lain. Pasalnya, panjang lintasan 5,8 kilometer dengan rute Kelapa Gading-Velodrome tidak akan efektif melayani warga Jakarta menuju tempat kerja mereka.
Photo
Warga Jakarta saat memasuki Stasiun Velodrome. Masyarakat Ibu Kota mencoba menjajal moda transportasi masal, Kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) rute Velodrome-Kelapa Gading. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Selain itu, sambung Aditya, pihak LRT Jakarta sebaiknya bekerja sama dengan mal-mal di kawasan Kelapa Gading. Pasalnya, penempatan LRT bukan hanya untuk transportasi. Tapi, juga untuk menggerakkan perekonomian di sana. "Itu yang harus dioptimalisasi," terangnya.
LRT Jakarta dalam Angka

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
