Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 April 2022 | 17.14 WIB

Usai Bencana Gempa di Pasaman, BNPB Tingkatkan Peninjauan Tata Ruang

ROBOH: Eskavator berupaya membersihkan material Masjid Raya Kajai, Nagari Kajai, Keacmatan Talamau, Pasaman Barat, kemarin (25/2). (ROHIMUDIN/PADANG EKSPRES) - Image

ROBOH: Eskavator berupaya membersihkan material Masjid Raya Kajai, Nagari Kajai, Keacmatan Talamau, Pasaman Barat, kemarin (25/2). (ROHIMUDIN/PADANG EKSPRES)

JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktorat Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana membahas rekomendasi aksi terkait peristiwa bencana di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat pada Februari 2022 lalu. BNPB bahkan telah menggelar Rapat Koordinasi Tim Intelejen Penanggulangan Bencana (TIPB).

Deputi Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati menilai, pentingnya peningkatan ketahanan wilayah yang perlu di intervensi oleh Pemerintah Pusat dan Provinsi. Terutama peninjauan Tata Ruang mengacu pada sempadan sesar yang terdapat di wilayah Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat.

"Tidak sedikit korban jiwa terjadi karena tertimbun longsoran pada saat melakukan aktivitas berkebun. Karenanya peninjauan Tata Ruang mengacu pada sempadan sesar, perlu sekali mendapat perhatian dalam rangka dapat mengantisipasi pertumbuhan penduduk dan aktivitasnya di zona rawan bencana," ujar Raditya kepada wartawan, Minggu (10/4).

Raditya menyebut, 3 pelayanan minimal yang wajib diterima oleh masyarakat yakni informasi rawan bencana, pencegahan dan kesiapsiagaan, serta penyelamatan dan evakuasi masyarakat. Tiga pelayanan minimal tersebut dapat dimulai dari penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) pada skala provinsi dan kabupaten atau kota, dan Rencana Pelanggulangan Bencana (RPB) sebagai dasar perencanaan pembangunan di daerah.

"KRB dan RPB ini dapat menjadi acuan terwujudnya pelayanan minimal ke 2 yaitu pencegahan dan kesiapsiagaan. Di mana risiko yang telah diketahui dan dipahami, dapat diantisipasi dengan melakukan mitigasi dan aksi-aksi pencegahan serta kesiapsiagaan masyarakat sesuai dengan karakteristik bencana di wilayahnya," jelasnya.

BNPB berharap, seluruh pihak dapat terlibat aktif berkontribusi agar kajian tersebut dapat diimplemetasikan dalam rencana aksi. Sehingga dapat memberikan manfaat bagi Sumatera Barat khususnya masyarakat Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat.

Sebagai informasi, kejadian bencana gempa bumi yang disusul dengan longsor dan banjir bandang terjadi pada 25 Februari 2022 di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat. Akibat peristiwa ini menyebabkan 27 jiwa meninggal dunia, 457 luka-luka, dan 19.221 jiwa mengungsi.

Selain itu, bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan rumah warga, infrastruktur dan sarana prasarana sehingga berdampak pada perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Secara kewilayahan Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat memiliki indeks risiko bencana gempa bumi yang tinggi.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore