Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 Juni 2021 | 18.50 WIB

Anggaran Penanganan Covid-19 di Kudus Rp 67,03 Miliar, Mulai Menipis

Rusunawa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, salah satu tempat isolasi untuk warga terpapar Covid-19 tanpa gejala. Akhmad Nazaruddin Lathif/Antara - Image

Rusunawa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, salah satu tempat isolasi untuk warga terpapar Covid-19 tanpa gejala. Akhmad Nazaruddin Lathif/Antara

JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, siapkan anggaran untuk penanganan Covid-19 yang bersumber dari refocusing APBD setempat sebesar Rp 67,03 miliar.

”Selain anggaran yang tersedia dari refocusing, Kabupaten Kudus juga mendapatkan bantuan dari BNPB sebesar Rp 1 miliar. Akan tetapi, penggunaannya harus diatur dengan baik karena belum tahu sampai kapan pandemi ini akan berakhir,” kata Bupati Kudus Hartopo seperti dilansir dari Antara di Kudus, Rabu (9/6).

Meskipun anggaran penanganan Covid-19 tersedia cukup besar, kata dia, sejak awal tahun sudah digunakan untuk berbagai kegiatan. Saat ini, yang tersisa juga tidak banyak sehingga persediaan anggaran juga mulai menipis.

”Adanya bantuan pusat untuk isolasi warganya di Asrama Haji Donohudan sangat membantu karena sarana dan prasarana di tempat isolasi yang disediakan Pemkab Kudus juga terbatas sehingga harus menganggarkan kembali,” tutur Hartopo.

Keterbatasan lain, menurut dia, soal ketersediaan sumber daya manusia (SDM), termasuk penyediaan vitamin para peserta isolasi. Kapasitas tempat isolasi juga terbatas karena berkisar 400-an orang, sedangkan di asrama haji bisa mencapai 700-an orang. Sehingga, harus ada pemusatan di luar daerah.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kudus Eko Djumartono mengungkapkan, dana hasil refocusing sebelumnya mencapai Rp 91 miliar. Namun, yang bisa dimanfaatkan hanya Rp 67,03 miliar karena ada pemotongan dana alokasi umum (DAU) dari pemerintah pusat.

”Anggaran yang tersedia digunakan untuk penanganan Covid-19, dukungan vaksinasi, dukungan pada kelurahan dalam rangka sinergitas dengan kepolisian dan TNI sebesar Rp 1,8 miliar, insentif tenaga kesehatan sebesar Rp 33,74 miliar, dukungan vaksinasi Rp 16,3 miliar, serta pengelolaan pelayanan kesehatan bagi penduduk terdampak sebesar Rp 15,1 miliar yang bersumber dari DAU dan DID,” terang Eko.

Dari anggaran sebesar Rp 15,1 miliar itu untuk mendukung kegiatan di Satpol PP Kudus, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, BPBD, Dinas Perdagangan, PKPLH, dan RSUD Loekmono Hadi Kudus.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore