Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 April 2018 | 05.12 WIB

Anne Avantie Minta Maaf Kepada Seluruh Masyarakat Minangkabau

Surat permohonan maaf ANne Avantie yang diunggah Kepala Biro Humas Pemprov Sumatera Barat, Jasman Rizal di akun Facebooknya, Senin (9/4). - Image

Surat permohonan maaf ANne Avantie yang diunggah Kepala Biro Humas Pemprov Sumatera Barat, Jasman Rizal di akun Facebooknya, Senin (9/4).

JawaPos.com - Perancang busana Anne Avantie memohon maaf kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat. Permohonan maaf itu disampaikannya melalui sebuah surat berjudul surat permohonan maaf Anne Avantie tentang pemakaian Suntiang oleh Shopia Latjuba.


Permintaan maaf itu disampaikannya, menyusul ramainya protes yang ditujukan kepada dirinya. Surat permohonan maaf tersebut diunggah Kepala Biro Humas Pemprov Sumatera Barat, Jasman Rizal di akun Facebooknya, Senin (9/4).


Dalam surat tersebut, Anne Avantie selain meminta maaf atas busana yang dikreasikannya, Ia juga mencurahkan tentang jalan terjal yang dihadapinya hingga menapaki kesuksesan seperti saat ini.


"Sebagai orang yang menjunjung tinggi nasehat Ibu, saya ingin memenuhi permohonan Ibu saya untuk tidak memperpanjang persoalan ini. Sehingga nantinya akan mengorbankan banyak orang dan kemudian menjauhkan persaudaraan antar satu dan lainnya. Sehingga semakin menjauhkan kedamaian yang menjadi cita-cita setiap insan," tulis Anne dalam surat yang ditulisnya, Senin (9/4).


Anne menyatakan, apa yang dipersoalkan terkait Suntiang tersebut terjadi diluar kuasanya. Sebelum penampilan busana tersebut, Anne meminjam beberapa hiasan rambut. Salah satunya adalah Suntiang Sumatera Barat. Ia mengaku, hanya ingin melihat apakah hiasan rambut tersebut bentuknya dapat dipisahkan menjadi beberapa bagian dan bisa di kolaborasikan dengan aksesoris lainnya.


Hanya saja, keadaan tidak memungkinkannya untuk mengontrol persiapan di belakang panggung. Karena Anne harus menyambut kehadiran Ibu Wakil Presiden Mufidah Jusuf kalla, Ibu Sinta Nuriah Wahid dan Ibu Menteri Susi Pudjiastuti.


"Dalam kondisi itulah kemudian komunikasi terputus. Sehingga terjadi kekeliruan yang tidak seharusnya terjadi. Saya belum melihat bentuknya, termasuk belum memerintahkan untuk memasang di kepala model tersebut,"terangnya.


"Semua terjadi karena kurangnya komunikasi antara saya dan yang terlibat sebagai pemasang sunting tersebut. Seharusnya bisa di hindari ketika melihat baju yang di kenakan oleh model. Namun sekali lagi ini semua sudah terjadi dan saya mohon maaf," sambungnya.


Anne juga menegaskan, jika kesalahan tersebut murni tanggungjawabnya sebagai orang yang menggelar pagelaran rasa syukur selama umur karirnya di bidang desainer.


"Sebagai orang yang memiliki tanggungjawab moral, saya memohon maaf pada seluruh masyarakat Minangkabau. Atas segala perhatian, jalinan hati serta kebijaksaan yang diberikan saya menghaturkan banyak terimakasih," tandasnya.


Sebelumnya, Ketua Penasehat Bundo Kanduang Sumbar Ny Nevi Irwan Prayitno menyayangkan perpaduan pakaian modern dengan atasab menyerupai Suntiang Minang. Sebab, pakaian tradisi Minangkabau tidak boleh dicampur atau dikreasikan dengan bentuk apapun. Karena setiap busana dari Minang telah berlandaskan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.


Mencegah agar kejadian serupa tak terulang lagi, pihaknya melakukan somasi kepada desainer bersangkutan. Tidak hanya Bundo Kanduang, protes juga dilayangkan banyak pihak lainnya.

Editor: Budi Warsito
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore