Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Oktober 2021 | 15.12 WIB

Dosen UIN Purwokerto Raih Penghargaan Anugerah Sastra Asia Tenggara

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Memasuki penyelenggaraan kesembilannya, pada Kamis (7/10), Majelis Sastra Asia Tenggara (MASTERA) kembali mengumumkan nama-nama Penerima Hadiah Sastra MASTERA 2020. Dalam penghargaan dua tahunan ini, proses seleksi telah dilakukan terhadap para sastrawan dari berbagai negara anggota.

Dalam Anugerah Sastra MASTERA Kesembilan ini, buku Sastra Pencerahan karya Abdul Wachid BS yang diterbitkan pada 2019 dinobatkan sebagai pemenang kategori sastra nonkreatif.

Sebagai sebuah buku, Sastra Pencerahan ini hadir dengan analisis komprehensif karena ditulis seorang sastrawan yang sekaligus seorang akademisi. Buku ini bisa berdiri seimbang di tengah teori yang akademis, tapi dipadukan dengan gaya ungkap sastrawi. Sehingga pembahasan tentang perkembangan sastra Indonesia yang berat jauh dari kesan menjemukan karena disampaikan dalam bahasa yang populer.

Sastrawan kelahiran Lamongan, 7 Oktober 1966 yang juga berprofesi sebagai Dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto ini mengungkapkan pentingnya perkembangan sastra dalam kokohnya kebudayaan Indonesia. "Sastra nusantara dan Indonesia ini adalah bagian penting dari ekspresi budaya sebagai bangsa besar. Di tengah bertumbuhan karya sastra Indonesia yang bagus-bagus ini, karakteristik berbagai budaya bangsa kita hadir dan sangat mewarnai hidup manusia Indonesia," ungkap Wachid melalui keterangan tertulis, Kamis (7/10).

Wachid menjelaskan bahwa baik keberagamaan sosial penting untuk diapresiasi namun sekaligus disentuh oleh kritik sastra. "Kritik sastra ini perlu terus hidup agar ada keseimbangan dalam budaya yang sehat," pungkasnya.

Ketua Pengarah Dewan Bahasa dan Pustaka sebagai Pengurus MASTERA, Datuk Abang Sallehuddin Abang Shokeran menyampaikan, sejak pertama kali didirikan MASTERA berperan penting merekatkan kerja sama kesusastraan di antara negara-negara Asia Tenggara. "Event prestisius semacam ini harus konsisten dilakukan demi perkembangan kualitas sastra Melayu dan Indonesia di kawasan Asia Tenggara," ujar Datuk Haji Abang Sallehuddin.

Anugerah Sastra MASTERA ini awalnya diinisiasi oleh tiga negara ASEAN, yaitu Brunei Darussalam, Malaysia, dan Indonesia. Keanggotaan organisasi MASTERA bertambah dengan bergabungnya Singapura pada tahun 2012 dan Thailand pada tahun 2014.

Penghargaan diberikan kepada para tokoh sastra yang dinilai telah memberikan sumbangsih berarti dalam perkembangan sastra di Asia Tenggara. Dalam penyelenggaraan MASTERA sebelumnya terdapat juga nama-nama besar sastrawan Indonesia, seperti Gunawan Mohamad (MASTERA 2018), Maman S. Mahayana (MASTERA 2013), dan Abdul Hadi WM (MASTERA 2003).

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore