
Photo
JawaPos.com - Memasuki penyelenggaraan kesembilannya, pada Kamis (7/10), Majelis Sastra Asia Tenggara (MASTERA) kembali mengumumkan nama-nama Penerima Hadiah Sastra MASTERA 2020. Dalam penghargaan dua tahunan ini, proses seleksi telah dilakukan terhadap para sastrawan dari berbagai negara anggota.
Dalam Anugerah Sastra MASTERA Kesembilan ini, buku Sastra Pencerahan karya Abdul Wachid BS yang diterbitkan pada 2019 dinobatkan sebagai pemenang kategori sastra nonkreatif.
Sebagai sebuah buku, Sastra Pencerahan ini hadir dengan analisis komprehensif karena ditulis seorang sastrawan yang sekaligus seorang akademisi. Buku ini bisa berdiri seimbang di tengah teori yang akademis, tapi dipadukan dengan gaya ungkap sastrawi. Sehingga pembahasan tentang perkembangan sastra Indonesia yang berat jauh dari kesan menjemukan karena disampaikan dalam bahasa yang populer.
Sastrawan kelahiran Lamongan, 7 Oktober 1966 yang juga berprofesi sebagai Dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto ini mengungkapkan pentingnya perkembangan sastra dalam kokohnya kebudayaan Indonesia. "Sastra nusantara dan Indonesia ini adalah bagian penting dari ekspresi budaya sebagai bangsa besar. Di tengah bertumbuhan karya sastra Indonesia yang bagus-bagus ini, karakteristik berbagai budaya bangsa kita hadir dan sangat mewarnai hidup manusia Indonesia," ungkap Wachid melalui keterangan tertulis, Kamis (7/10).
Wachid menjelaskan bahwa baik keberagamaan sosial penting untuk diapresiasi namun sekaligus disentuh oleh kritik sastra. "Kritik sastra ini perlu terus hidup agar ada keseimbangan dalam budaya yang sehat," pungkasnya.
Ketua Pengarah Dewan Bahasa dan Pustaka sebagai Pengurus MASTERA, Datuk Abang Sallehuddin Abang Shokeran menyampaikan, sejak pertama kali didirikan MASTERA berperan penting merekatkan kerja sama kesusastraan di antara negara-negara Asia Tenggara. "Event prestisius semacam ini harus konsisten dilakukan demi perkembangan kualitas sastra Melayu dan Indonesia di kawasan Asia Tenggara," ujar Datuk Haji Abang Sallehuddin.
Anugerah Sastra MASTERA ini awalnya diinisiasi oleh tiga negara ASEAN, yaitu Brunei Darussalam, Malaysia, dan Indonesia. Keanggotaan organisasi MASTERA bertambah dengan bergabungnya Singapura pada tahun 2012 dan Thailand pada tahun 2014.
Penghargaan diberikan kepada para tokoh sastra yang dinilai telah memberikan sumbangsih berarti dalam perkembangan sastra di Asia Tenggara. Dalam penyelenggaraan MASTERA sebelumnya terdapat juga nama-nama besar sastrawan Indonesia, seperti Gunawan Mohamad (MASTERA 2018), Maman S. Mahayana (MASTERA 2013), dan Abdul Hadi WM (MASTERA 2003).

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
