JawaPos Radar | Iklan Jitu

24 Jam Perjalanan Truk Pengangkut Bantuan untuk Korban Gempa

Tak Ada Penjarahan dari Korban Gempa

07 Oktober 2018, 23:14:11 WIB | Editor: Ilham Safutra
24 Jam Perjalanan Truk Pengangkut Bantuan untuk Korban Gempa
Pendistribusian bantuan logistik dari PT IMIP untuk korban gempa di Palu melalui ACT. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Duka melanda masyarakat Kota Palu dan sejumlah daerah lainnya di Sulawesi Tengah (Sulteng) terus mengetuk hati para dermawan. Korban gempa dan tsunami pada Jumat petang (28/9) itu terus kedatangan bantuan dari luar daerah.

Kali ini dari PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Perusahaan itu mengirimkan logistik yang dimuat dalam tiga unit truk ke Posko Induk ACT, Minggu (7/10).

Asykur selaku perwakilan PT IMIP menuturkan, truk pembawa logistik bantuan memakan waktu 24 jam perjalanan dari arah Morowali menuju Palu. Selama itu sopir dan kernet tidak bertemu dengan pihak korban gempa yang sering disebut-sebut menjarah bantuan. Jika pun ada, pihak PT IMIP sudah menyiapkan pengawalan.

24 Jam Perjalanan Truk Pengangkut Bantuan untuk Korban Gempa
Infografis kebutuhan dasar yang diperlukan pengungsi gempa Sulteng. (Kokoh Praba/JawaPos.com)

"Alhamdulillah, truk bisa sampai ke posko ACT dengan aman. Tak ada kami dicegat. Truk memang ada pengawalan oleh tim kami sendiri. Kami membawa 1.050 karton air mineral dan 300 paket logistik. Alhamdulillah," kata Asykur dalam keterangan persnya yang diterima JawaPos.com, Minggu (7/10).

Sesampai di Palu, logistik yang terdapat di truk langsung didistribusikan kepada seluruh korban gempa. Hanya kurang dari satu jam, seluruh muatan bantuan pun tuntas didistribusikan. Hal itu tidak terlepas dengan begitu banyaknya warga berdatangan ke Posko Induk ACT.

Ketika pendistribusian logistik, warga mengantre dengan tertib untuk menuliskan identitasnya. Setiap warwga menerima masing-masing satu paket bantuan.

Selama pendistribusianm tak jarang terdengar ucap syukur dari pengungsi. "Terima kasih semua atas bantuannya, kami sudah lama menanti," kata Uni, 25, salah seorang pengungsi gempa tsunami Kota Palu.

Senada dengan Uni, Simin, 48, pun sangat bersyukur atas bantuan yang disalurkan ke warga Palu dan Donggala. "Alhamdulillah, saya mewakili masyarakat sini terharu. Begitu banyak orang di luar sana yang baik kepada kami. Padahal tidak saling kenal, tapi kami merasa seperti saudara mereka sendiri," tutur Simin.

PT IMIP jadi salah satu perusahaan industri nikel di Sulawesi yang sudah tergerak membantu korban bencana Palu dan Donggala. Apa yang dilakukan PT IMIP bisa menjadi inspirasi bagi instansi lain untuk terjun langsung dalam memenuhi kebutuhan warga Palu dan Donggala.

(iil/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up