
PENGUNGSI: Sebanyak 130 pengungsi bencana Palu datang di Lanud Abd Saleh Malang dengan menaiki pesawat Hercules, Sabtu (6/10) petang.
JawaPos.com - Sebanyak 130 pengungsi korban bencana alam gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah tiba di Lanud Abdul Rachman Saleh Malang, Sabtu (6/10) petang. Para pengungsi tersebut dibawa dengan menggunakan pesawat Hercules C130.
Komandan Skadron 32 Lanud Abd Saleh Malang, Letkol Penerbang Agus Rohimat mengatakan, hari ini pihaknya menerima kedatangan sebanyak 130 pengungsi bencana gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. Kedatangan pengungsi kali ini merupakan gelombang kelima semenjak kejadian bencana.
"Sampai hari ini sudah kita terima kedatangan pengungsi sebanyak lima kali. Kedatangan pertama beberapa hari lalu, kemudian kemarin ada tiga kali kedatangan," ujarnya kepada JawaPos.com, Sabtu (6/10).
Dia menyampaikan, hingga saat ini pesawat Hercules difungsikan untuk membawa logistik, relawan, maupun pengungsi dari Palu. "Sesuai perintah, kami masih mendukung upaya untuk membawa logistik dan relawan ke Palu serta membawa pengungsi dari Palu. Sampai kapannya, kami belum tahu," terangnya.
Dari 130 pengungsi tersebut, lanjut dia, tiga di antaranya dibawa menggunakan kursi roda. "Ada tiga pakai kursi roda, karena tertimpa reruntuhan saat gempa. Nanti akan dirawat di RS AU," kata dia.
Sementara itu, untuk pengungsi yang lain, akan kembali ke alamat tujuan mereka masing-masing. Dia menyampaikan, dari pengungsi sebelumnya, rata-rata mereka berasal dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. "Yang ini masih dalam pendataan. Kalau lihat dari pengungsi kemarin, mungkin tidak jauh-jauh dari daerah situ," lanjutnya.
Agus mengungkapkan, hingga saat ini setidaknya sudah ada sekitar 700 pengungsi yang turun di Lanud Abd Saleh.
Sementara itu, salah satu pengungsi, Muhammad Taher mengatakan, sebelum ikut dibawa Hercules, dia beserta keluarganya sempat berada di pengungsian yang ada di Balai Kota Palu selama tiga malam. "Lalu kami ke Bandara di Makasar, baru ikut Hercules kesini," ujar pria asli Madura ini.
Laki-laki yang berprofesi sebagai pedagang kaki lima ini rencananya akan kembali ke Madura. "Saya ke Madura dulu, nunggu situasi. Belum tau balik ke Palu lagi apa enggak," tutur pria yang sudah 5 tahun berada di Palu tersebut.
Pengungsi yang lain, Supri, mengaku harus menempuh perjalanan dua hari terlebih dahulu sebelum akhirnya ikut dalam pesawat Hercules menuju Malang. "Dua hari perjalanan, trus kesini ini," ujar pria asli Bojonegoro tersebut.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
