
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit
JawaPos.com - Gempa dengan kekuatan 7 SR yang mengguncang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), pukul 19.46 WITA, Minggu (5/8), terus menuai empati dari banyak pihak, termasuk Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Sebab, tidak sedikit juga warga yang tinggal di sana terdapat banyak perantau asal Minangkabau.
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menuturkan belum dapat memastikan nasib para perantau di wilayah bagian tengah itu. Baik yang terdampak maupun yang selamat.
"Kami masih terus koordinasi dengan Kantor Penghubung di Jakarta untuk memastikan masyarakat Sumbar atau perantau Minang yang berada di Lombok Utara, NTB," terang Nasrul Abit di Kota Padang, Senin (6/8).
Selain memastikan nasib perantau, jelas Nasrul, Pemprov Sumbar saat ini tengah menyiapkan bantuan untuk dikirimkan ke NTB untuk korban bencana gempa. "Masih dalam pembicaraan. BPBD dan Badan Keuangan Daerah tengah berkoordinasi," terangnya.
Sementara itu, Kepala Biro Kerja Sama Rantau Pemprov Sumbar Luhur Budianda mengatakan, dari informasi perantau yang berdomisili di NTB, belum ada laporan korban jiwa yang menimpa perantau.
"Sampai saat ini belum ada informasi perantau Minang yang jadi korban gempa. Tapi kami akan update terus dengan koordinasi ke perantau di NTB," terang Luhur.
Menurut data pengurus Keluarga Minang NTB, perantau Minang yang berdomisili di NTB mencapai 300 orang lebih. Semua itu tersebar di Lombok Timur, Kota Mataram, dan Lombok Utara.
"Kondisinya masih trauma di sana (Lombok). Tapi, pengurus Keluarga Minang menjanjikan segera mendata jumlah perantau yang terdampak gempa," katanya.
Saat ini, kata Luhur, yang dibutuhkan perantau Minang di Lombok adalah bantuan selimut, lotions antinyamuk, terpal, mie instan dan mineral. Sebab, korban gempa masih berada di luar rumah dan merasa waswas untuk kembali ke rumah dikarenakan gempa susulan masih sangat sering terjadi.
"Jadi, untuk bantuan nanti seperti biasa akan kita himpun. Untuk meringankan beban bagi mereka yang terdampak bencana gempa di NTB. Baik itu masyarakat setempat maupun masyarakat dan perantau Minang di sana," katanya.
Begitu juga nasib perantau Minang di pulau Bali. Dari koordinasi pihaknya dengan Sekretaris Ikatan Keluarga Minang Saiyo (IKMS) Bali, Ferri Hendri, kondisi perantau yang jumlahnya mencapapi 15 ribu orang, dilaporkan baik dan tidak mengalami korban jiwa.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
