
Penanggung Jawab RSLI Surabaya Laksamana Pertama TNI I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara (kanan) menemui Wail Gubernur Jawa Timur Emil Dardak (dua dari kiri) di RS Lapangan Indrapura Surabaya. Istimewa
JawaPos.com–Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menemui warga Jawa Timur yang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19 di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya pada Senin (5/7). Dia datang setelah menelusuri secara langsung ketersediaan serta kendala yang berkaitan dengan stok plasma konvalesen di UTD PMI Sidoarjo bersama PMI Jawa Timur.
”Pertama-tama saya mengucapkan selamat dan alhamdulillah kita patut bersyukur panjenengan dapat diberikan kesembuhan, tidak lupa terima kasih atas kerja keras rekan-rekan di lapangan RSLI. Kita punya kesempatan menolong sesama melalui donor plasma darah, ini merupakan investasi akhirat yang luar biasa,” tutur Emil.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Komunitas Penyintas Ikatan Alumni Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Edy Sukotjo menjelaskan, informasi terkait proses donor plasma konvalesen. ”Sebelum melakukan donor plasma, bapak ibu harus tahu dulu ada yang namanya skrining. Kapan bisa donornya adalah 14 hari setelah Bapak Ibu sembuh,” ujar Edy.
”Dulu Agustus sampai akhir 2020 itu sulit dalam melakukan donor, karena orang yang donor itu, kelulusannya hanya 10 persen,” tambah Edy.
Berdasar data yang dihimpun PMI Jatim Edy Purwinanto, selaku Sekretaris PMI Jatim menyampaikan, antrean untuk mendapatkan plasma konvalesen meningkat tajam. khususnya di Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo.
”Di Surabaya antreannya saja ada sekitar 600-an dan di Sidoarjo kemarin kita cek ada sekitar 250-an,” jelas Edy.
Sementara itu, Penanggung Jawab RSLI Surabaya Laksamana Pertama TNI I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara menyampaikan, banyak perjuangan dan pengorbanan yang telah dilewati para pasien luar biasa. ”Saya juga ikut bangga bahwa bapak dan ibu dapat melewati masa-masa yang sulit, bagaimana harus meninggalkan keluarga, juga yang mencari nafkah harus berhenti bekerja sementara,” ujar Nalendra.
Berdasar data yang dimiliki RSLI 50 persen pasien yang tertular Covid-19 dan dirawat cenderung mengalami kasus kecemasan sehingga hal itu juga menjadi perhatian RSLI dalam hal penanganan. ”Kita menyelesaikan secara keseluruhan, tidak hanya medis melainkan faktor non-medis seperti psikologisnya, pasien yang datang sudah diukur faktor kecemasannya,” tegas Nalendra.
Penyintas dapat menjadi edukator bagi lingkungannya agar masyarakat mendapatkan pemahaman yang jelas mengenai bahaya Covid-19.
”Di RSLI, Anda semua diajarkan untuk hidup sehat, menjaga protokol kesehatan dan saya harapkan Anda semua dapat menggalakkan tentang informasi kesehatan selain mendonorkan plasma darah konvalesnnya bisa menjadi edukator juga,” ucap Nalendra.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
