Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 September 2022 | 02.52 WIB

Memasyarakatkan Silat di Sekolah dengan Kejurnas Satuan Pendidikan

ATRAKSI: Pesilat beratraksi dalam sebuah event beberapa waktu lalu. (IPSI SUMBAR) - Image

ATRAKSI: Pesilat beratraksi dalam sebuah event beberapa waktu lalu. (IPSI SUMBAR)

JawaPos.com - Silat merupakan jenis bela diri yang lahir dari Tanah Air. Ada beragam banyak aliran silat, tetapi penggemarnya mulai tergerus zaman.

Untuk itu, silat mesti dimasyarakatkan. Dimulai dari usia sekolah. Langkah itu dilakukan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumatera Barat dengan menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Silat antar Satuan Pendidikan.

Kepala Dispora Sumbar Dedy Diantolani mengatakan, pihaknya berupaya untuk melestarikan seni bela diri pencak silat di tengah remaja. Selain itu untuk memasyarakatkan silat kepada generasi muda, khususnya di sekolah atau dunia pendidikan. Begitu juga dengan Kejurnas tingkat satuan pendidikan ini pun diklaim pertama digelar di Sumbar.

"Event ini dilakukan untuk pembinaan dan berprestasi yang diikuti oleh satuan pendidikan dari provinsi lain," ujar Dedy Diantolani kepada JawaPos.com, Senin (5/9).

Adapun Kejurnas Silat tingkat satuan pendidikan tersebut dijadwalkan berlangsung di GOR Tanjungpauh, Kota Payakumbuh, pada Selasa (6/9) hingga Minggu (11/9). Event tersebut melibatkan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumbar.

Dedy menambahkan, Kejurnas Silat ini digelar untuk mencari atlet berprestasi yang dipersiapkan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.

"Semoga dengan event ini dapat memberikan stimulus dan memotivasi kepada anak muda agar tidak melakukan kegiatan yang yang tidak bermanfaat seperti tawuran," katanya.

Sementara itu, Ketua IPSI Sumbar Supardi mengatakan, momen Kejurnas Silat kali ini berbeda dari kejuaraan yang lain, karena digelar dengan batasan usia pendidikan. "Selama ini kita jarang mengadakan Kejurnas Silat," sebut Supardi.

Supardi menyebut, prestasi silat Sumbar dalam ajang kejuaraan beberapa tahun belakang kurang bagus, terutama saat PON. Sumbar hanya berada di nomor 12.

"Silat dari Sumbar kini mulai tidak diperhitungkan di tingkat nasional, apalagi internasional. Ini menjadi tamparan bagi IPSI Sumbar sehingga kita ingin menjadikan silat ini sebagai identitas orang Minangkabau, orang Sumbar," ujar Supardi yang juga ketua DPRD Sumbar itu.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore