
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat berkunjung ke SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, Senin (4/2).
JawaPos.com- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, saat ini masih ada 6 ribu SMK Swasta yang kualitasnya kurang bagus. Oleh sebab itu, pihaknya bakal melakukan langkah-langkah untuk menciptakan lulusan berkualitas. Salah satunya melalui pengembangan Sumber Daya Masyarakat (SDM).
Muhadjir menyampaikan, semua sekolah di Indonesia harus mendapatkan perhatian dari pemerintah. Pasalnya, hal itu akan berpengaruh pada lulusan sekolahnya.
"Kalau lulusan sekolah bagus, yang panen bukan sekolah yang hasilkan siswa bagus. Tapi negara dan masyarakat," ujarnya saat berkunjung ke SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (4/2).
Sebaliknya, apabila lulusan sekolah tidak baik, maka yang panen juga pemerintah dan masyarakat. Dia mengungkapkan, saat ini lulusan yang kurang bagus rata-rata berasal dari SMK yang berstatus swasta. "Sekolah yang tidak maju berstatus swasta," katanya.
Dia merinci, saat ini ada sebanyak lebih dari 13 ribu SMK di Indonesia. 4 ribu di antaranya merupakan SMK Negeri. Sedankan sisanya, yakni 9 ribu SMK Swasta. "Dari 9 ribu (SMK Swasta), yang bagus hanya 3 ribu. 6 ribunya kurang bagus," jelasnya.
Nantinya, sekolah yang kurang bagus tersebut juga akan diberikan pilihan apakah akan tetap jalan atau berhenti jadi sekolah. Apalagi, nantinya hanya akan ada 2 jenis akreditasi sekolah. Yakni sekolah terakreditasi dan tidak terakreditasi. "(akreditasi) A, B, C akan dihilangkan," lanjutnya.
Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu melanjutkan, saat ini tugas pemerintah adalah menyiapkan lulusan SMK yang benar-benar memiliki kualitas bagus. Lulusan tersebut nantinya akan mengisi pos-pos lapangan pekerjaan akibat makin berkembangnya infrastruktur.
Oleh karena itu, pada tahu ini pemerintah bakal mengalihkan pembangunan infrastruktur ke pengembangan SDM. "Infrastruktur pra syarat saja, nanti yang bangun ya manusia. Sesuai kebutuhan jaman, itu yang disiapkan," ujarnya.
Dia mengibaratkan, infrastruktur sebagai wudu. Sedangkan suprastrukturnya adalah salat. "Sehingga jangan menganggap apabila infrastruktur sudah dibangun, maka sudah selesai. Ibarat wudu tapi nggak salat," ungkapnya.
Meskipun bukan segalanya, Muhadjir mengakui bila infrastruktur juga tetap penting. "Tanpa infrastruktur tidak mungkin ada pembangunan. Tanpa pembangunan, tidak ada kemajuan. Kalau mau maju, siapkan infrastruktur dan SDM," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
