Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Februari 2019 | 22.08 WIB

Mendikbud: Kualitas 6 Ribu SMK Swasta Kurang Bagus

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat berkunjung ke SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, Senin (4/2). - Image

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat berkunjung ke SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, Senin (4/2).

JawaPos.com- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, saat ini masih ada 6 ribu SMK Swasta yang kualitasnya kurang bagus. Oleh sebab itu, pihaknya bakal melakukan langkah-langkah untuk menciptakan lulusan berkualitas. Salah satunya melalui pengembangan Sumber Daya Masyarakat (SDM).


Muhadjir menyampaikan, semua sekolah di Indonesia harus mendapatkan perhatian dari pemerintah. Pasalnya, hal itu akan berpengaruh pada lulusan sekolahnya.


"Kalau lulusan sekolah bagus, yang panen bukan sekolah yang hasilkan siswa bagus. Tapi negara dan masyarakat," ujarnya saat berkunjung ke SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (4/2).


Sebaliknya, apabila lulusan sekolah tidak baik, maka yang panen juga pemerintah dan masyarakat. Dia mengungkapkan, saat ini lulusan yang kurang bagus rata-rata berasal dari SMK yang berstatus swasta. "Sekolah yang tidak maju berstatus swasta," katanya.


Dia merinci, saat ini ada sebanyak lebih dari 13 ribu SMK di Indonesia. 4 ribu di antaranya merupakan SMK Negeri. Sedankan sisanya, yakni 9 ribu SMK Swasta. "Dari 9 ribu (SMK Swasta), yang bagus hanya 3 ribu. 6 ribunya kurang bagus," jelasnya.


Nantinya, sekolah yang kurang bagus tersebut juga akan diberikan pilihan apakah akan tetap jalan atau berhenti jadi sekolah. Apalagi, nantinya hanya akan ada 2 jenis akreditasi sekolah. Yakni sekolah terakreditasi dan tidak terakreditasi. "(akreditasi) A, B, C akan dihilangkan," lanjutnya.


Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu melanjutkan, saat ini tugas pemerintah adalah menyiapkan lulusan SMK yang benar-benar memiliki kualitas bagus. Lulusan tersebut nantinya akan mengisi pos-pos lapangan pekerjaan akibat makin berkembangnya infrastruktur.


Oleh karena itu, pada tahu ini pemerintah bakal mengalihkan pembangunan infrastruktur ke pengembangan SDM.  "Infrastruktur pra syarat saja, nanti yang bangun ya manusia. Sesuai kebutuhan jaman, itu yang disiapkan," ujarnya.


Dia mengibaratkan, infrastruktur sebagai wudu. Sedangkan suprastrukturnya adalah salat. "Sehingga jangan menganggap apabila infrastruktur sudah dibangun, maka sudah selesai. Ibarat wudu tapi nggak salat," ungkapnya.


Meskipun bukan segalanya, Muhadjir mengakui bila infrastruktur juga tetap penting. "Tanpa infrastruktur tidak mungkin ada pembangunan. Tanpa pembangunan, tidak ada kemajuan. Kalau mau maju, siapkan infrastruktur dan SDM," pungkasnya.

Editor: Dida Tenola
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore