
Tenaga medis dari TNI memberikan bantuan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak bencana tsunami.
JawaPos.com - Pascatsunami melanda Selat Sunda, warga terdampak di Kabupaten Pandeglang masih berada di pengungsian. Mereka bertahan karena enggan ke rumah yang lokasinya tidak jauh dari pantai.
Selama berada penampungan, pengungsi bertahan hidup dengan berbagai bantuan pihak luar. Mereka berusaha untuk kembali ke rumah masing-masing, tapi hanya sekadar melihat kondisi saja. Bukan untuk tidur.
Selama berada di pengungsian para korban tsunami terus mendapat perhatian dan bantuan dari para dermawan. Terutama untuk bantuan kesehatan. Terbaru mereka mendapat bantuan dari Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi).
Ketua Umum DPP Walubi Siti Hartati Murdaya mengatakan, melihat kondisi korban tsunami, pihaknya memboyong tenaga medis. Mereka itu terdiri atas dokter, perawat, apoteker yang selama ini bertugas di RS Suci Paramita Balaraja. Di samping itu untuk penyaluran kebutuhan dasar dan pangan tidak ketinggalan juga relawan dari majelis anggota Walubi.
"Sampai saat ini para pengungsi masih sangat membutuhkan kebutuhan dasar. Seperti, selimut, popok bayi, pampers untuk lansia, pakaian bekas layak pakai," katanya di Jakarta, Kamis (3/1).
Selain itu, sambungnya, untuk kebutuhan konsumsi pada kondisi darurat, para pengungsi sangat membutuhkan mi instan, beras, minyak telon dan minyak kayu putih, biskuit, air mineral dan masih banyak yang lain untuk kebutuhan sehari.
Sementara belakangan lagi musim hujan, para penyintas atas tsunami Selat Sunda sangat membutuhkan jas hujan anak-anak dan dewasa. Sebab para pengungsi itu memiliki mobilitas tinggi. Mereka membutuhkan pelindung dari ancaman penyakit akibat hujan.
"Kami berharap dengan bantuan yang sedikit ini bisa mengurangi penderitaan para korban terdampak tsunami. Sebab bencana itu yang membawa kerugian besar bagi warga," ujarnya.
Adapun untuk pelayanan kesehatan, para pengungsi atas korban tsunami di sejumlah posko. Di antaranya di Kampung Pagedongan Desa Sukajadi-Kecamatan Carita, Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Pandeglang-Labuan, Kampung Lantera Desa Cigodang-Labuan, Desa Sukareme Taharu-Perum Perhutani, Desa Tarogong-Labuan,
Selain itu, Desa Pasauran-Kecamatan Cinangka, Posko PGRI Mancak-Kecamatan Mancak, Desa Pasauran Cipanas Udik-Kecamatan Cinangka, Desa Umbul Tanjung Kampung Pasauran Kecamatan Cinangka-Kabupaten Serang, Desa Sukarame-Kampung Susukan-Kecamatan Carita dan Pos Pengungsian Desa Sumur, Kecamatan, Kabupaten Padeglang.
"Saya berharap pascabencana tsunami ini warga bisa kembali membangun agar kehidupan masyarakat menjadi lebih baik dan lebih makmur," tandasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
