
Ratusan santri Pondok Modern Gontor mengikuti senam dan prosesi penyambutan santri dan guru yang sembuh dari Covid-19 di halaman Pondok Gontor Kampus 2, Ponorogo, Senin (3/8). Humas PMDG/Antara
JawaPos.com–Sebanyak 86 santri dan guru Pondok Modern Darussalam Gontor 2 yang positif Covid-19 dan dirawat di RS Lapangan Indrapura Surabaya, dinyatakan sembuh. Mereka telah dipulangkan ke ponpes di Ponorogo, Jawa Timur.
Pembina Satgas Covid-19 PMDG Amal Fathullah Zarkasyi menjelaskan, pemulangan santri gelombang keempat atau terakhir ditandai dengan seremoni penyambutan 41 santri dan guru yang telah dinyatakan sehat dan bebas Covid-19. Mereka dinyatakan sembuh berdasar hasil tes usap PCR terakhir di Laboratorium di BTKL Surabaya.
”Ini benar-benar berita yang sangat menggembirakan bagi semuanya, bagi seluruh masyarakat dan umat Islam bahkan juga negara-negara Islam. Karena di Gontor ini terdapat sekitar 450 santri, termasuk mereka yang berstatus warga negara asing (santri mancanegara),” kata Amal Fathullah Zarkasyi seperti dilansir dari Antara.
Dia mengatakan, kesembuhan 100 persen bagi 86 santri dan guru yang sempat divonis positif Covid-19 itu menunjukkan adanya perkembangan yang sangat baik. ”Kita dapat mengumumkan ke seluruh penjuru dunia bahwa Gontor sudah bebas dari Covid-19,” ujar Amal Fathullah Zarkasyi.
Jubir Satgas Covid-19 Pondok Modern Gontor Ustad Adib memuji ketanggapan guru-guru PMDG Kampus 2 dalam penanganan Covid-19. ”Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru-guru PMDG Kampus 2 yang sudah memaksimalkan penerapan protokol kesehatan dan membina dan membimbing santri-santri sehingga semuanya sehat secara lahir dan batin. Kita semua harus disiplin karena tanpa disiplin kita akan lemah,” ujar Ustad Adib.
Ustad Adib sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang membantu penanganan Covid-19 di PMDG Kampus 2. ”Untuk itu kami selalu berterima kasih atas dukungan yang tiada henti-hentinya dari Gubernur Jatim, Pangdam Brawijaya, Kapolda Jatim, dan Satgas Covid-19 Pemprov Jatim,” kata Ustad Adib.
Sementara itu, Ustad Hudaya juga mengingatkan pentingnya kesehatan dan kekuatan dalam ajaran Islam. ”Kita serahkan semuanya kepada Allah SWT. Ingat, al-mu'minu al-qawiyyu khair wa ahabbu ilallah min al-mu'min al-dha'if (mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada mukmin yang lemah),” tutur Ustad Hudaya.
Sejak 6 Juli, sebanyak 86 santri dan guru dari PMDG Kampus 2 sempat dinyatakan positif Covid-19 secara bergelombang. Dengan penanganan yang cepat, tidak sampai sebulan semua santri dan guru tersebut telah dinyatakan negatif. Saat ini, mereka sudah bisa beraktivitas biasa dan normal di PMDG Kampus 2 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=nj7NuOsEWf8
https://www.youtube.com/watch?v=HFeYFmQLXrA
https://www.youtube.com/watch?v=GYYJMr-RaRo

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
