
BAKAR BAN: Puluhan mahasiswa kembali menggelar aksi di depan kantor PLN kemarin (1/4). Mereka kembali menuntut agar PLN segera mengakhiri pemadaman listrik bergilir di Bulungan.
JawaPos.com - Puluhan mahasiswa kembali menggelar aksi di depan Kantor ULP PLN Tanjung Selor, Kalimantan Utara, pada Senin (1/4). Aksi sebagai bentuk protes atas pemadaman listrik bergilir yang berkepanjangan, juga diwarnai dengan pembakaran ban, yang makin membakar semangat mahasiswa dalam berorasi.
Sayang, protes dan tuntutan yang disampaikan mahasiswa melalui orasi, tak mendapat tanggapan apapun dari pihak PLN. Sebab tak satupun perwakilan PLN yang mau menemui mahasiswa dalam aksi kemarin.
Lantaran tak mendapat jawaban dari pihak PLN, puluhan mahasiswa bergeser menuju gedung DPRD Kaltara, untuk kembali menyampaikan aspirasinya. Di gedung wakil rakyat tersebut, mahasiswa kembali menggelar orasi yang langsung ditanggapi anggota Dewan. Bahkan, mahasiswa diajak berdialog ke dalam gedung.
Nasrullah, koordinator lapangan dalam aksi kemarin, mempertanyakan kejelasan terkait pemadaman listrik bergilir. Karena pemadaman listrik sudah berlangsung selama dua bulan.
"Kami turun kembali untuk meminta kejelasan pihak PLN. Termasuk DPRD agar bisa tegas kepada PLN terkait solusi masalah pemadaman bergilir ini," ucapnya dikutip dari Harian Rakyat Kaltara (Jawa Pos Group), Rabu (3/4).
"Seharusnya ada tanggapan dan tindakan dari DPRD. Bagaimana persoalan listrik ini bisa terselesaikan dengan baik," sambungnya.
Dia menambahkan, DPRD bisa mendesak PLN dan PT SAS, agar cepat mengatasi persoalan kerusakan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), atau meminta PLN menyediakan pembangkit cadangan, agar masalah krisis listrik di Bulungan tidak berkepanjangan.
Menanggapi hal itu, anggota DPRD Kaltara Abdul Rachman Rasyid mengungkapkan, pihaknya menyambut baik aspirasi yang disampaikan mahasiswa. Aspirasi tersebut akan segera direspons.
"Besok (hari ini, red) sebagai bukti keseriusan kami, kami akan mengundang (hearing) pihak terkait. Baik itu PT SAS, Dinas ESDM dan PLN, termasuk mahasiswa," jelasnya.
Rasyid juga berharap, pihak terkait sudah memiliki solusi atas pemadaman listrik bergilir yang terjadi. Selanjutnya, tak ada lagi saling lempar tanggung jawab atas permasalahan ini.
“Kami akan duduk bersama untuk membahasnya, sehingga ada solusi terbaik yang dihasilkan,” pungkasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
