
Ahmad Dhani.
JawaPos.com - Rencana konser Tribute to Ahmad Dhani semakin suram. Usai batal terlaksana pada 10 Maret lalu gara-gara tak mengantongi izin kepolisian, panitia sempat menjadwalkan ulang pada 24 Maret. Nyatanya, hingga sekarang konser tersebut masih menerawang di angan-angan.
Ketua Panitia Didik Darmadi mengatakan, pihaknya terkendala vanue. "Untuk mal Grand City, gedung itu nggak ada yang kosong dan saya nunggu. Nah, baru ada itu April, tapi nggak tahu tanggal berapa," kata Didik kepada JawaPos.com, Rabu (3/4).
Jika sampai tanggal 17 April belum ada titik temu, Didik memastikan bahwa pihaknya akan meniadakan konser tersebut. "Ya, mau bagaimana lagi. Waktunya nggak ada," kata Didik.
Didik mengakui, konser tersebut juga sekaligus untuk kampanye. "Memang planning awalnya begitu (kampanye), karena ada cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno yang akan datang. Ya otomatis kampanye," jelasnya.
Didik mengaku telah me-refund semua tiket yang telah dibeli para penggemar Ahmad Dhani, relawan 02, dan masyarakat umum. Ada juga beberapa penonton yang memutuskan untuk tidak me-refund tiketnya.
Selain itu, dirinya juga siap dengan pelaporan salah seorang calon penonton bernama Farid Budi Hermawan, 30. Menurut Didik, pelaporan itu hanya akal-akalan Farid untuk menjatuhkan dirinya.
"Kalau di-BAP ya monggo. Saya apa adanya. Akhirnya itu kan hanya akal-akalannya saja. Sengaja menjatuhkan kami," kata Didik.
Dikonfirmasi terpisah, kuasa hukum Farid, M. Sholeh menganggap bahwa panitia sengaja membela diri. Sholeh tak peduli jika kliennya dianggap oleh panitia cuma mencari perkara.
"Namanya orang membela diri ya silakan. Faktanya kalau memang izin (konser) belum keluar, kenaoa jual tiket?" ungkap Sholeh.
Sholeh juga mengaku telah mengkonfrontir perkara itu dengan Ahmad Dhani langsung. "Ahmad Dhani janji akan mengirim manajemen untuk diperiksa sebagai saksi. Karena yang dirugikan bukan hanya penonton, tapi manajemen Ahmad Dhani sendiri juga dirugikan," tambahnya.
Dia akan mendampingi manajemen Ahmad Dhani jika memang bersedia menjadi saksi. Dia berharap, manajemen Ahmad Dhani dapat menunjukkan barang bukti berupa tiket, tanda jadi sewa hotel, dan lainnya.
"Saya menunggu dari teman-teman manajemen Ahmad Dhani untuk saya dampingi jadi saksi. Karena mereka akan menunjukkan bukti kerugian mereka," kata Sholeh.
Menurutnya, bukan manajemen Ahmad Dhani yang kecolongan. Justru pihak panitia yang memang tidak berniat menyelenggarakan konsernya sejak awal. Untuk itu, dirinya berharap ada tindak penahanan dari kepolisian.
"Target kami ya harus ada penahanan. Karena itu konser simpati untuk Ahmad Dhani. Tapi ternyata dikadali sama panitia," tegasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
