Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Mei 2019 | 12.40 WIB

Kursi Ketua DPRD Tarakan Mengarah ke Ar Rhazali

Ilustrasi Pemilu 2019 (Kokoh Praba/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi Pemilu 2019 (Kokoh Praba/JawaPos.com)

JawaPos.com – Setelah mengklaim kemenangan pada Pileg Tarakan, sesuai hasil rekapitulasi tingkat kecamatan, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Tarakan Ahmad Usman mengaku belum memutuskan siapa yang akan ditunjuk sebagai ketua DPRD nantinya. Menurutnya, penentuan siapa yang akan menjadi pimpinan dewan harus melalui mekanisme di internal partainya.

"Untuk posisi ketua, karena kami di PKB juga berdasarkan AD/ART, ada ketentuannya. Nanti tentu setelah ini DPC Kota Tarakan melaporkan dan merekomendasikan nama ke DPW, untuk diteruskan DPW ke DPP. Ada alurnya nanti yang harus kami lalui," ujar Ahmad dikutip dari Berau Post (Jawa Pos Group), Kamis (2/5).

Secara pribadi ia menilai, kemampuan keempat kader PKB yang akan duduk di DPRD Tarakan, Kalimantan Utara merata. Sebab, keterlibatan mereka dalam kaderisasi partai juga sama.

Selain itu, jenjang pendidikan kadernya yang meraih kursi DPRD juga sampai perguruan tinggi, dan didukung usia yang terbilang muda. Dengan demikian, peluang keempatnya dinilai sama.

Indikator lain dalam menentukan siapa yang akan direkomendasikan untuk memegang palu ketua DPRD Tarakan, bisa dilihat dari perolehan suara tertinggi yang diraih masing-masing calon dan yang lainnya. "Saya kira mereka semua berpeluang. Tinggal ada indikator-indikatornya, apakah suara tertinggi, ataukah pengaderannya," tuturnya.

Jika mengacu pada perolehan suara tertinggi, maka yang berpeluang adalah Ar Rhazali yang memperoleh 1.905 suara di daerah pemilihan Tarakan Barat. Namun, Ahmad Usman mengaku bahwa semua diputuskan secara mufakat.

"PKB sejauh ini mengedepankan mufakat, kesepakatan kolektif. Karena yang dipikirkan jangka panjangnya, bagaimana baiknya," tuturnya.

Dalam pembahasan lain, seiring menguasai pimpinan dewan, Ahmad Usman juga mengomentari sikap politik PKB terhadap kebijakan Pemkot Tarakan.

Seperti diketahui, PKB bukanlah partai pengusung Khairul dan Effendhi Djuprianto pada Pilkada 2018 lalu. Mereka justru mencalonkan kadernya sendiri, Umi Suhartini dan Mahruddin Mado.

Ahmad Usman menegaskan, partainya tetap berada pada posisi independen. Sepanjang program Pemkot Tarakan dinilai baik, pihaknya akan mendukung.

"Kalau posisi politik PKB tentu PKB kiblatnya membela yang benar. Kalau pemerintah ternyata di jalan benar, ya kami ada di situ. Artinya sepanjang itu bagus, karena kami fungsinya pengawasan. Sepanjang programnya bagus, kami dukung, tapi kalau programnya tidak, ya kami di posisi tidak mendukung," ungkapnya.

"Kalau dilihat dari visi dan misi (wali kota dan wakil wali kota), kelihatannya agak konkret. Dan saya pikir yang direncanakan pak wali kota realistis dengan keadaan yang ada. Malah terakhir saya lihat beliau lebih intens untuk mendapatkan suntikan APBN. Saya kira itu sudah tepat," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore