
IMUNISASI: Tak sedikit anak ketakutan saat pogram pemberian vaksin untuk pencegahan penularan campak.
JawaPos.com - Vaksin imunisasi Measles Rubella (MR) dilakukan di Riau, tepatnya di SD Negeri 02 Pekanbaru, pada Rabu (1/8). Vaksin ini dinilai dapat menjadi solusi untuk pencegahan dan pengendalian campak dan rubella.
Riau menjadi daerah tahap kedua dilakukannya vaksin MR ini. Sebelumnya, tahap pertama dilakukan di Pulau Jawa tahun 2017. Kemudian tahap kedua, dilakukan di luar Pulau Jawa pada Agustus-September 2018.
Pelaksanaan vaksin MR di Riau, menuai pro kontra. Sebab, vaksin ini disebut-sebut belum memiliki sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Hal itu dibenarkan oleh Ketua MUI Riau Prof. DR. HM Nazir Karim. Ia mengatakan, hingga saat ini MUI belum pernah mengeluarkan fatwa halal untuk vaksin tersebut.
"Persoalannya itu hanya bagaimana produsen vaksin bisa mengaudit kehalalan produk. MR ini kan belum ada sertifikasi halal," kata Nazir saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (1/8).
Pihaknya tidak mempermasalahkan jika kegiatan yang dilangsungkan adalah imunisasi. Sebab, imunasi bertujuan untuk menjaga kekebalan tubuh anak. Namun jadi permasalahannya, jika vaksin yang digunakan tidak ada sertifikasi halalnya.
"Sedangkan vaksin ini, belum dimasukkan oleh pemerintah untuk uji lab LPPOM MUI untuk melihat kehalalannya. Kita memang menunggu, untuk dikaji dan dikeluarkan fatwanya tentu itu yang perlu disikapi," ucapnya.
Ia mempertanyakan sikap produsen vaksin MR mengapa lamban mengurus sertifikasi halal itu. Padahal MUI sudah ada sejak 25 tahun. "Jangan dikatakan kita tidak boleh, padahal kita sangat konsen soal itu. Kita harapkan hanya itu (produsen bisa segera mengurus sertifikasi)," terangnya.
Ia menyebut agar pemberian vaksin MR terhadap anak baiknya ditunda. Itu untuk mengantisipasi sesuatu yang masuk ke tubuh anak, apakah halal atau malah haram.
"MUI menunggu supaya itu cepat dimasukkan untuk diteliti kehalalannya. Harapannya, supaya semuanya sesuai. Keberadaan MUI, untuk memastikan supaya konsumsi kita yang sesuai dengan ketentuan agama," ujar dia.
Terpisah, Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rahman mengatakan, imunisasi vaksin MR ini merupakan program pemerintah pusat. Soal sertifikasi halal atau haramnya itu merupakan domainnya MUI.
"Nanti biar MUI yang menerangkan. Kita berharap tentu Kementerian Kesehatan bisa berkomunikasi dengan MUI," ucapnya.
Sementara itu, beberapa MUI di kabupaten/kota di Riau, telah mengeluarkan edaran agar pemerintah bisa menunda pelaksanaan vaksin. Menanggapi itu, Andi sapaan akrab gubernur hanya mengatakan itu merupakan kewenangan mereka.
"Biarkan keputusan diambil kabupaten/ kota. Nanti kan tergantung kementerian kesehatan," kata dia.
Senada dengan Gubernur Riau, Kepala Dinas Kesehatan Riau, dr Mimi Yuliani Nazir mengatakan, kampanye vaksin MR ini akan tetap dilanjutkan. Masalah halal atau tidaknya, ia enggan berkomentar jauh. Sebab, itu merupakan kewenangan dari MUI.

Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Harry Kane Cs Diprediksi Menang, Tapi Laga Berjalan Alot
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026: El Tri Difavoritkan Lolos ke 16 Besar!
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Prediksi Susunan Pemain Timnas Prancis vs Swedia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Adrien Rabiot Waspadai Lini Serang Lawan
