
Menantu Presiden Jokowi, Bobby Afif Nasution. (Folly Akbar/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kans Bobby Nasution untuk maju di Pilwali Medan cukup besar. Untuk memuluskan niat pengabdiannya itu, menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut diminta untuk mencari wakil yang bebas dari korupsi.
Tokoh Medan, Tengku Ma’moon Al Rasjid yang juga ketua harian Yayasan Sultan Ma'moen Al Rasyid menyarankan, Bobby untuk mencari figur pendamping yang kompeten dalam birokrasi dan politik. Sebagai sosok muda, Bobby harus didukung dengan sosok yang berpengalaman.
"Berpengalaman bukan berarti harus jauh lebih senior secara usia. Justru yang masih memiliki energi besar untuk bisa mengimbangi akselerasi kerja cepat yang diyakini akan diterapkan Bobby Nasution," ungkap Tengku Ma’moon Al Rasjid kepada wartawan, Rabu (1/7).
“Selain berpengalaman dan memiliki energi besar, calon pendamping Bobby juga harus menyejukkan dan memiliki citra positif,” imbuh Ma’moon Al Rasjid.
Ma’moon Al Rasjid menuturkan, politik adalah sesuatu yang dinamis. Ilmu yang digunakan dulu, belum tentu bisa dipakai sekarang dalam politik. Untuk itu, Bobby harus punya kreativitas lebih tinggi.
“Yang muda ini (Bobby Nasution), yang masih ringan (beban) pikirannya, pasti lebih inovatif,” beber dia.
Dengan pendamping berpengalaman, imbuhnya, pengusaha muda yang 5 Juli 2020 nanti genap berusia 29 tahun itu bisa mendapat masukan politik terapan. “Sehingga akhirnya bisa dikolaborasikan. Wali kota dan wakil wali kota sama-sama memajukan Kota Medan," terangnya.
Berkaca dari pengalaman, Kota Medan memiliki citra buruk dalam pemberantasan korupsi. Tiga kali wali kota daerah itu terjerat kasus korupsi. Mereka adalah Abdillah, wali kota periode 2005-2010. Abdillah terjerat kasus korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran dan penyalagunaan APBD. Lantas dihukum empat tahun penjara.
Kemudian, Rahudman Harahap, wali kota periode 2010-2015. Terakhir, Dzulmi Eldin, Wali Kota Medan periode 2015-2020. Dia terjerat dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK.
Agar tidak mengulang pengalaman yang sama, kata Ma’moon Al Rasjid, ke depannya wali Kota Medan itu harus berkolaborasi dengan wakilnya. Kolaborasi itu bisa memadukan sesuatu yang tradisional dan modern.
“Potensinya tinggi kalau Bobby melakukan kolaborasi seperti ini. Saya dukung sekali, saya mau lihat orang muda maju. Apalagi Bobby punya akses bagus sebagai menantu Presiden," bebernya.
Pengamat politik Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU) Faisal Riza menyarankan, Bobby Nasution mempertimbangkan figur representatif dengan potensi loyalitas tinggi. “Tidak cenderung melebihi wewenang,” ujar Faisal Riza.
Suami Kahiyang Ayu itu disarankan untuk mencari figur bersih, kompeten dalam birokrasi dan bisa bergaul lintas partai politik maupun organisasi masyarakat. “Dan terakhir, faktor elektabilitas mungkin bisa juga dipertimbangkan,” tandasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=ZvsHXSU0Aao
https://www.youtube.com/watch?v=DndD4lf17QY
https://www.youtube.com/watch?v=-fdIPhNVVzo

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
