
Ketua Umum GP Ansor Gus Yaqut. (Issak Ramdhani/Dok. JawaPos.com)
JawaPos.com - Seluruh elemen masyarakat di republik ini sangat berharap Pemilu berjalan damai. Tanpa ada intimidasi dan kecurangan. Untuk menunjukkan kedamaian itu, Gerakan Pemuda (GP) menggerakkan kadernya untuk mengenakan atribut putih pada Rabu (17/4) mendatang.
Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengimbau seluruh kader Ansor dan Banser untuk menciptakan Pemilu Damai dengan gerakan Rabu Putih. Gerakan Rabu Putih merupakan langkah dari Ansor untuk merespons adanya kelompok yang diduga akan melakukan intimidasi saat jelang pemungutan suara 17 April mendatang.
"Rabu Putih ini untuk memberikan rasa aman pada pemilih ketika mereka pergi ke TPS," tegas Yaqut Cholil Qoumas di hadapan ribuan kader Ansor dan Banser di Ponpes Edi Mancoro, Kabupaten Semarang, Minggu (31/3). Pria yang biasa disapa Gus Yaqut itu memimpin rakerwil GP Ansor Jawa Tengah dan DI Jogjakarta.
Gus Yaqut menyebut, dari hasil pendataan resmi per November 2018, jumlah kader GP Ansor secara nasional 4,7 juta orang. Jumlah tersebut dipastikan jauh dari angka riil karena proses pendataan masih terus berjalan.
"Pada seluruh kader itu, kita sudah bagi tugas dengan sistem layer. Yaitu ada Banser yang memakai seragam bertugas membantu aparat TNI-Polri menjaga keamanan, sedangkan yang tak berseragam mereka memakai baju putih bertugas mengajak calon pemilih untuk ke TPS dengan memakai baju putih," ungkapnya.
GP Ansor telah berkoordinasi dengan TNI maupun Polri. Secara teknis, ketika di lapangan menemukan adanya intimidasi dari pihak tertentu, maka Banser akan berkoordinasi dengan aparat.
"Kami arahkan kader untuk bikin platform komunikasi yang melibatkan warga hingga tingkat RT, semua saling melaporkan dan koordinasikan jika ada indikasi intimidasi dari pihak tertentu. Sehingga, kita bisa mencegahnya dengan cepat," ujar Ketua PW GP Ansor Jateng Sholahuddin Aly atau Gus Sholah menambahkan.
Gus Sholah menyebut, di Jateng ada beberapa daerah yang dinilai rawan akan adanya aksi intimidasi. Pihaknya sudah memberikan pembekalan pada kader di daerah terkait langkah-langkah teknis pencegahannya.
Ditegaskannya, sikap yang diambil GP Ansor ini bukan bermaksud terlibat dalam politik praktis namun jauh lebih penting yakni politik kebangsaan.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
