Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Januari 2023 | 22.13 WIB

Asyik Berbenah, Mengubah Wajah Sidoarjo

Photo - Image

Photo

LAIKNYA remaja, Sidoarjo sedang berusaha tampil glowing. Jalan-jalan yang bopeng diperbaiki. Ditingkatkan kualitasnya dengan dibeton hingga terlihat ’’mulus’’.

Tahun ini ada 17 jalan yang berhasil dibeton dengan total panjang mencapai 23 kilometer. Semuanya tuntas sesuai target, yakni akhir tahun 2022. Empat jembatan juga dibangun dan diperbaiki tahun ini. Meski sempat ada beberapa kendala sehingga molor dari target bulanan.

Misalnya, yang terjadi dalam pembangunan Jembatan Cantel di Tropodo. Karena pengerjaan membutuhkan penutupan Jalan Raya Tropodo, maka semakin lama molor, kian panjang juga derita warga sekitar yang harus mencari jalan alternatif. Untung, ada solusi untuk pembuatan jembatan sementara meski keputusan itu sedikit terlambat. Yakni, tiga bulan setelah proyek berjalan atau sebulan sebelum tenggat pengerjaan.

Sejak Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menjabat pada 2021, terasa betul perbaikan infrastruktur dalam skala besar dan masif. Pada tahun pertama, terdapat 38 paket peningkatan jalan yang tuntas dikerjakan. Dari jumlah itu, 25 di antaranya dibeton. Lalu, tahun ini ada 17 jalan yang dibeton. Tahun depan, ada 18 ruas jalan yang juga akan dibeton dengan total panjang 19,2 kilometer.

Hanya, yang perlu diperhatikan adalah pemilihan timing atau waktunya agar tidak ada proyek berdekatan yang dikerjakan bersamaan. Oktober lalu, betonisasi ulang Jalan Kemangsen harus mundur karena kesulitan rekayasa lalu lintas. Di dekatnya sudah ada Jalan Kyai Mojo yang ditutup sebagian karena imbas persiapan pembangunan flyover Krian, serta proyek betonisasi Kemasan–Kebonagung.

Perhitungan pembetonan juga harus diperhatikan betul. Jangan sampai kasus Kemangsen terulang. Sudah dibeton enam tahun lalu, tapi ambles.

Peningkatan kualitas jalan juga harus diiringi dengan perhitungan drainase yang tepat agar tak mudah rusak seperti Jalan Panjunan, Masangan Kulon. Baru saja diperbaiki, namun beberapa bulan kemudian rusak lagi. Problemnya, tidak ada drainase yang memadai di jalan tersebut. Air hujan yang turun tak tersalurkan dengan baik. Menggenang hingga membuat aspal tergerus dan jalan berlubang.

Apa yang dilakukan Gus Muhdlor, begitu sang bupati kerap disapa, layak diapresiasi. Keluhan jalan rusak tentu masih ada. Tapi, tak sebanyak dulu. Kawasan Gedangan juga masih macet. Namun, ketika menengok ke sebelah, ada harapan di sana berupa frontage yang tengah digarap. Jalan baru yang pengerjaannya sempat terganjal masalah klasik pembebasan lahan pun tengah mewujud sedikit demi sedikit.

Nanti, jalan baru yang membentang dari Aloha menuju Lingkar Timur diharapkan bisa memecah kepadatan Gedangan yang melegenda. Masih ada waktu hingga 2024 sebelum semuanya tersambung. Namun, melihat progres pengerjaan yang berbarengan antara penyelesaian tahap kedua dan persiapan dimulainya tahap ketiga, rasanya optimistis jika frontage akan selesai sesuai target.

Setelah jalan-jalan mulus, pekerjaan selanjutnya adalah menciptakan transportasi massal yang aman dan nyaman. Kalau tidak, pertambahan jalan akan beriringan dengan pertambahan kendaraan pribadi. Jalan lebar tapi volume kendaraan padat, tetap saja akan terjadi kemacetan. Semoga warga Sidoarjo benar-benar segera terbebas dari kemacetan. (*)




*)  ANY RUFAIDAHRedaktur Sidoarjo

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore