
Branch Sales Head PT BFI Finance Indonesia Tbk, Baskoro Fadin Wafdana (Istimewa)
JawaPos.com - Dua agenda multievent internasional tersaji sepanjang 2023. Yang pertama adalah SEA Games 2023 di Kamboja. Ajang multievent antarnegara Asia Tenggara itu berlangsung mulai 5 Mei hingga 17 Mei 2023.
Ajang berikutnya adalah Asian Games 2022 yang berlangsung di Hangzhou, Tiongkok, pada 23 September hingga 8 Oktober 2023.
Asian Games 2022 memang baru bisa berlangsung pada 2023. Sebab, di tahun sebelumnya Tiongkok masih belum bisa menerima tamu dari luar negeri lantaran tingginya kasus Covid-19.
Nah, dari dua event tersebut, mana yang menjadi prioritas? Keduanya memang sama pentingnya. Tapi, kalau bicara prestise, Asian Games 2022 seharusnya lebih jadi prioritas.
Logikanya sederhana saja. SEA Games hanya diikuti sebelas negara yang mayoritas negara serumpun. Bandingkan dengan Asian Games yang melibatkan 45 negara.
Di Asian Games pula, delegasi Merah Putih bisa berkompetisi dengan atlet-atlet level dunia dari Tiongkok, Jepang, Korea dll.
SEA Games? Sudah menjadi rahasia umum, event ini hanya menjadi ajang prestise bagi negara-negara tuan rumah.
Juara umum menjadi tujuan utama negara penyelenggara. Mereka seolah melupakan target utama. Bahwa SEA Games seharusnya menjadi ajang pemanasan sebelum berkompetisi di level yang lebih tinggi, yakni Asian Games dan Olimpiade.
Tak pernah ada semacam komitmen bahwa SEA Games seharusnya menjadi sarana untuk mengejar ketertinggalan prestasi dari para raksasa Asia.
Faktanya, kebanggaan semu dengan mengejar gelar juara umum SEA Games saja yang menjadi prioritas. Tak heran jika segala cara dilakukan agar predikat Raja Asia Tenggara itu bisa mereka sandang. Termasuk di SEA Games 2023.
Ya, di edisi tahun ini, publik olahraga di tanah air tak perlu berekspektasi terlalu tinggi. Sebab, sebelum SEA Games 2023 bergulir, Indonesia sudah dipastikan kehilangan 37 medali emas.
Entah apa pertimbangannya, SEA Games 2023 justru tak mempertandingkan cabor-cabor Olimpiade seperti panahan, rowing, menembak, boling, dan catur.
Karena itu, dibutuhkan upaya yang sangat ekstra untuk sekadar menyamai prestasi SEA Games 2021: menempati posisi tiga besar.
Dengan fakta yang tersaji, Indonesia seharusnya menjadikan SEA Games 2023 sebagai sasaran antara semata. Asian Games Hangzhou harus menjadi prioritas.
Mungkin berat untuk menyamai prestasi Asian Games 2018. Saat itu Indonesia berhasil menempati posisi empat besar dengan koleksi 31 medali emas. Indonesia pun tercatat sebagai negara Asia Tenggara paling sukses di Asian Games 2018.
Tapi, predikat itu disandang saat Indonesia bertindak sebagai tuan rumah. Perjuangan duta Merah Putih bakal lebih berat di Hangzhou.
Apalagi, sejumlah cabor yang menjadi lumbung medali bagi Indonesia di Asian Games 2018 sudah dihapus. Salah satunya pencak silat.
Cabor tersebut sukses menyumbangkan 14 medali emas atau hampir separo dari raihan total medali emas yang diraih kontingen Indonesia.
Tanpa pencak silat, tentu berat bagi Indonesia mengulang capaian 2018. Bahkan untuk sekadar masuk 10 besar sekalipun. Tapi, itulah tantangan yang harus dihadapi.
KOI sebagai induk organisasi olahraga di tanah air tentu sudah bisa memetakan cabor mana saja yang bisa mendulang medali.
Sumbangsih medali tentu sangat diharapkan dari bulu tangkis dan angkat besi yang prestasinya sudah mendunia. Namun, cabor lainnya pun tak boleh hanya menjadi penggembira.
Apalagi, kalau SEA Games adalah target antara menuju Asian Games, Asian Games adalah pemantapan sebelum tampil di event yang lebih akbar: Olimpiade 2024. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
