Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Agustus 2026 | 18.49 WIB

Warga Parung Panjang Putar Balik Truk Tambang Nakal, Netizen: Bupatinya Nggak Tegas

Warga Jagabaya Parung Panjang bakar ban dan memblokade jalan dengan tumpukan batu untuk menghadang truk tambang melintas. (istimewa) - Image

Warga Jagabaya Parung Panjang bakar ban dan memblokade jalan dengan tumpukan batu untuk menghadang truk tambang melintas. (istimewa)

JawaPos.com - Warga Jagabaya, Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melakukan aksi protes terhadap aktivitas truk tambang yang masih melintas di wilayah tersebut. Aksi dilakukan dengan memblokade jalan menggunakan batu dan membakar ban.

Video aksi warga Jagabaya memblokir jalan Parung Panjang kini beredar luas di media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun Instagram @id_parungpanjang. Dalam video, terlihat kobaran api akibat sejumlah ban dibakar di sejumlah titik badan jalan.

Warga juga terlihat menghentikan dan memutarbalikkan truk tambang yang hendak melintas. Mereka menilai, keberadaan truk tambang menimbulkan persoalan bagi masyarakat, mulai dari debu hingga gangguan terhadap aktivitas warga.

Aksi tersebut menjadi sorotan karena berlangsung disaat aktivitas pertambangan di wilayah Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin sedang dalam masa penutupan sementara sesuai kebijakan yang dikeluarkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Meski demikian, warga masih menemukan truk tambang yang melintas di sejumlah ruas jalan utama Parung Panjang. Kondisi itu semakin memicu kekecewaan masyarakat, terlebih beberapa ruas jalan di kawasan tersebut masih dalam proses perbaikan.

Warga mempertanyakan pengawasan dan ketegasan pemerintah Kabupaten Bogor dalam menindak tegas truk yang diduga melanggar aturan. Sorotan netizen pun diarahkan kepada Bupati Bogor Rudy Susmanto. 

Sejumlah warganet menilai, pemerintah daerah perlu mengambil langkah tegas agar persoalan truk tambang tidak terus berulang yang bisa berujung pada konflik antara warga dengan pengemudi truk.

"Bupati nggak ada ketegasan. Tambang ditutup, truk masih dibelain. Urusan remeh-temeh tukang cukur malah diurusin," tulis seorang warganet di kolom komentar.

"Sepertinya lama-lama akan terjadi konflik horizontal kalau pemerintah nggak bisa tertibkan. Sebenarnya perusahaan di balik truk ini harusnya yang didenda, bukan truknya," tulis warganet lainnya.

Editor: Abdul Rahman
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore