Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Agustus 2026 | 14.11 WIB

Warga Parung Panjang Blokade Jalan dengan Batu dan Bakar Ban, Muak Pelanggaran Dibiarkan

Warga Jagabaya, Parung Panjang, memblokade jalan dengan batu dan membakar ban akibat truk tambang masih beroperasi dan menimbulkan polusi. (istimewa) - Image

Warga Jagabaya, Parung Panjang, memblokade jalan dengan batu dan membakar ban akibat truk tambang masih beroperasi dan menimbulkan polusi. (istimewa)

JawaPos.com - Warga Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kembali melakukan aksi protes setelah truk tambang masih terlihat melintas di jalan utama. Keresahan warga memuncak hingga berujung pada aksi pembakaran ban dan pemblokiran jalan dengan menggunakan tumpukan batu.

Aksi tersebut berlangsung di wilayah Jagabaya, Kecamatan Parung Panjang, sekitar pukul 20.30 WIB, tadi malam, Rabu (12/8). Warga turun ke jalan sebagai bentuk ekspresi kekecewaan mereka terhadap aktivitas truk tambang yang dinilai tetap berlangsung meski pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memberlakukan pemberhentian aktivitas pertambangan di kawasan Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin.

Keberadaan truk-truk berukuran besar,  menjadi salah satu persoalan yang selalu dikeluhkan warga Parung Panjang dan sekitarnya. Selain mengganggu arus lalu lintas, kendaraan berat tersebut dinilai membuat polusi yang berdampak langsung terhadap kenyamanan masyarakat.

Kemarahan warga semakin memuncak karena aktivitas kendaraan tambang masih berlangsung ketika sejumlah ruas jalan di wilayah Jagabaya Parung Panjang sedang diperbaiki. Warga mempertanyakan pengawasan pemerintah daerah dan aparat terhadap kendaraan truk tambang yang dibiarkan tetap melintas di kawasan tersebut.

“Ini sudah gila, jalan diperbaiki tapi truk dibiarkan melintas. Sudah konslet mereka,” kata seorang warga Jagabaya yang enggan disebutkan namanya.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya. Mereka menilai persoalan truk tambang di Parung Panjang belum mendapatkan penanganan yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Setorannya terlalu kuat kali, makanya mereka masih tutup mata dan telinga,” ujar Reka, warga Parung Panjang lainnya dengan nada emosi.

Warga lainnya juga menyampaikan keberatan terhadap situasi yang mereka hadapi. Mereka berharap persoalan truk tambang tidak hanya ditangani ketika terjadi aksi protes, tetapi mendapat pengawasan secara rutin dan adanya penegakan aturan dilakukan secara konsisten.

“Ini sudah sangat mengganggu warga, debunya parah. Kami butuh ketenangan dan kenyamanan,” ungkap warga.

Editor: Abdul Rahman
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore