
Galon bekas air mineral yang selama ini hanya digunakan sebagai wadah air ternyata dapat dimanfaatkan menjadi media budidaya ikan lele yang produktif. (Istimewa)
JawaPos.com – Galon bekas air mineral yang selama ini hanya digunakan sebagai wadah air ternyata dapat dimanfaatkan menjadi media budidaya ikan lele yang produktif. Inovasi sederhana tersebut diperkenalkan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Binawan kepada warga Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.
Melalui program Budidaya Ikan Lele dalam Galon (BUDIKDAMLON) sebagai salah satu solusi memperkuat ketahanan pangan keluarga di tengah keterbatasan lahan. Program ini sejalan dengan tujuan pengabdian untuk memberdayakan masyarakat melalui inovasi BUDIKDAMLON dan edukasi gizi guna meningkatkan ketersediaan pangan bergizi di tingkat rumah tangga.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (1/8) tersebut diikuti 22 kader kesehatan dan masyarakat Desa Ciburayut. Hadir dalam kegiatan itu Kepala Desa Ciburayut Duloh, serta Bidan Eva yang mewakili Kepala Puskesmas Ciburayut. Kehadiran pemerintah desa dan puskesmas menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi lokal.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Binawan, Tri Ardianti Khasanah, S.Gz., M.Gizi, mengatakan bahwa BUDIKDAMLON merupakan teknologi tepat guna yang dirancang agar mudah diterapkan masyarakat, terutama keluarga yang memiliki keterbatasan lahan pekarangan.
"Ketahanan pangan keluarga tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Melalui BUDIKDAMLON kami ingin menunjukkan bahwa galon bekas food grade dapat dimanfaatkan menjadi media budidaya ikan lele yang sederhana, hemat biaya, dan mampu menyediakan sumber protein hewani berkualitas bagi keluarga," ujarnya.
Menurut Tri, program ini tidak hanya mengenalkan teknik budidaya ikan lele, tetapi juga mengintegrasikan edukasi gizi sehingga masyarakat memahami pentingnya pemenuhan protein hewani dalam kehidupan sehari-hari.
Selama satu hari penuh, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dikemas secara interaktif. Edukasi disampaikan oleh tim dosen Program Studi Gizi dan Program Studi Farmasi Universitas Binawan dengan materi mengenai ketahanan pangan keluarga, tanya jawab peserta, praktik, dan lomba kreasi masakan ikan lele.
Suasana semakin hidup ketika sesi diskusi dibuka. Peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai teknik pemeliharaan ikan lele, kualitas air yang baik, frekuensi pemberian pakan, cara mencegah kematian ikan, hingga bagaimana mengolah hasil panen menjadi menu sehat yang disukai anak-anak.
Diskusi berlangsung dua arah sehingga peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga memperoleh solusi yang sesuai dengan kondisi di lingkungan mereka.
Antusiasme peserta berlanjut pada sesi demonstrasi pembuatan BUDIKDAMLON. Tim pengabdian memperlihatkan secara langsung proses penyusunan instalasi budidaya menggunakan galon bekas food grade yang dipasang pada penyangga khusus.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022