Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Juli 2026 | 18.17 WIB

Mengenal Liga Akamsi, Wadah Sepak Bola Underground di Tengah Minimnya Ruang Bermain Anak di Jakarta

Kompetisi Liga Akamsi di RW 005 Kelurahan Jembatan Lima, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. (Instagram Liga Akamsi) - Image

Kompetisi Liga Akamsi di RW 005 Kelurahan Jembatan Lima, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. (Instagram Liga Akamsi)

JawaPos.com - Di tengah gemuruh euforia sepak bola nasional yang kini didominasi tren pemain naturalisasi, sebuah gerakan akar rumput tumbuh secara mandiri di sudut-sudut sempit perkotaan. Adalah Liga Akamsi, sebuah wadah kompetisi sepak bola jalanan yang digagas untuk menjaring talenta tersembunyi sekaligus menyediakan ruang bermain bagi anak-anak di pemukiman padat penduduk. 

Inisiatif kompetisi Liga Akamsi sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2025 lalu. Gerakan ini diinisiasi oleh seorang pemuda, Firqi Hidayatulah, 23, yang akrab disapa Kiwil selaku Presiden Liga Akamsi, bersama pengurus Karang Taruna Unit 5 RW 005 Kelurahan Jembatan Lima, Kecamatan Tambora. 

Lahirnya turnamen ini dipicu oleh rasa keprihatinan atas minimnya kesempatan bagi masyarakat bawah untuk menunjukkan bakat mengolah si kulit bundar. 

"Kita selalu dijejeli sama hal-hal yang berbau naturalisasi, naturalisasi, naturalisasi gitu. Sedangkan di antara kita banyak banget masyarakat yang gila sama sepak bola, tapi sayangnya mereka tidak punya kesempatan atau tidak punya relasi atau tidak punya panggung untuk mereka tampil yang pada akhirnya bisa dilihat orang banyak," ujar Kiwil kepada JawaPos.com beberapa waktu lalu. 

Menjelma Jadi Ruang Main Aman di Tengah Kepungan Beton 

Istilah Akamsi yang merupakan akronim dari 'Anak Kampung Sini' mungkin terdengar seperti gurauan semata. Namun, di balik nama tersebut, terdapat misi sosial yang sangat penting. Liga Akamsi dibentuk untuk menyediakan ruang bermain yang aman bagi anak-anak di tengah minimnya fasilitas publik yang ramah anak akibat pesatnya pembangunan kota. 

Kondisi wilayah padat pemukiman sering kali memaksa anak-anak nekat bermain bola di tempat seadanya hingga membahayakan keselamatan mereka. 

"Jadi sayang banget merekanya enggak dapat lahan, enggak punya space untuk bermain bola gitu, akhirnya mereka main di jalan setiap harinya sampai sering kejadian mereka ketabrak. Makanya pas ada Liga Akamsi mereka semangat sekali nih," ucapnya. 

Sejauh ini, kompetisi tersebut telah bergulir di dua kawasan padat pemukiman di Jakarta Utara dan Jakarta Barat, yakni Penjaringan Tanggul Bakti serta Pasar Buah Angke Jembatan Lima, Tambora. Wilayah Tambora sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan permukiman terpadat. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore