Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Juli 2026 | 21.43 WIB

Cerita Pramono Anung Begadang Nonton Final Piala Dunia 2026: Jagoan Kalah Lalu Diledek Istri

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat hadiri Jakarta Twilight Soiree: Commemorating Jakarta’s 499th Anniversary di Gedung A.A. Maramis, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (22/6). (Istimewa) - Image

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat hadiri Jakarta Twilight Soiree: Commemorating Jakarta’s 499th Anniversary di Gedung A.A. Maramis, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (22/6). (Istimewa)

JawaPos.com - Demam final Piala Dunia 2026 tidak hanya melanda pencinta sepak bola dunia, tetapi juga Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Namun, laga puncak yang mempertemukan Spanyol dan Argentina itu menyisakan cerita menggelitik bagi sang kepala daerah.

Pramono mengaku habis begadang lantaran menonton final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan spanyol vs Argentina. Namun sayang, timnas jagoannya, Argentina, harus bertekuk lutut di hadapan Spanyol. Penderitaannya makin lengkap lantaran ia menjadi sasaran ledekan sang istri yang mendukung La Roja.

"Yang terakhir, karena tadi malam Pak Gubernur juga nonton bola, udah gitu jagonya kalah lagi. Pak Gubernur jagonya Argentina, Bu Gubernur jagonya Spanyol. Udah kalah diledek-ledek lagi. Jadi ngantuk," ujar Pramono berkelakar saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tingkat Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota, Senin (20/7).

Spanyol Diklaim Layak Menang atas Argentina

Meskipun kecewa tim pilihannya gagal juara, Pramono Anung secara objektif mengakui keunggulan strategi dan materi pemain tim matador. Sepanjang laga, pertahanan Argentina dinilai terus digempur tanpa henti oleh pasukan muda Spanyol.

"Yang pertama pertandingannya kemarin seru banget, walaupun Spanyol dominan dan saya nonton secara keseluruhan. Memang dari materi dan juga dari strategi, kalau kemudian Argentina kalah 1-0 dengan Spanyol menurut saya pantas, karena memang hampir sebelum perpanjangan waktu pun apa ya, dikurung total. Dan memang Spanyol luar biasa, pemainnya muda-muda dan trengginas," tutur Pramono menambahkan.

Kemenangan Spanyol pada laga yang digelar Senin (20/7) waktu setempat itu dipastikan lewat gol semata wayang Ferran Torres pada babak extra time, tepatnya di menit ke-106. Hasil ini sekaligus mengubur mimpi kapten Argentina, Lionel Messi, untuk menutup karier internasionalnya dengan trofi Piala Dunia kedua.

Dominasi La Roja Sejak Menit Pertama

Sejak peluit awal dibunyikan, anak asuh Luis de la Fuente langsung mengambil alih kendali permainan. Mengandalkan umpan-umpan pendek dan kecepatan motor serangan seperti Lamine Yamal, Nico Williams, Dani Olmo, dan Alex Baena, La Roja terus mendikte tempo permainan.

Lamine Yamal bahkan langsung mengancam gawang Argentina pada menit kelima memanfaatkan bola liar. Beruntung, kolaborasi lini belakang Argentina yang digalang Emiliano Martinez dan Lisandro Martinez masih mampu menyelamatkan gawang dari kebobolan prematur.

Tekanan bertubi-tubi dari sektor kanan yang dimotori Pedro Porro dan Lamine Yamal membuat Cristian Romero dan kolega dipaksa bertahan total sepanjang babak pertama. Kendati dominan, rapatnya pertahanan membuat efektivitas serangan kedua tim tergolong rendah. Hingga menit ke-27, tercatat hanya ada satu tembakan yang tercipta—rekor tembakan tersedikit dalam 25 menit awal final Piala Dunia sejak 1966.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore