
Ilustrasi penyekapan. (Antara)
JawaPos.com - Tabir gelap kasus penyekapan dan pemasungan tiga karyawan percetakan di Jalan Kalibaru Timur, Bungur, Senen, Jakarta Pusat akhirnya terbongkar. Polisi mengungkap bahwa aksi tidak manusiawi ini bukan tindakan spontan, melainkan sebuah kejahatan terorganisir yang melibatkan sindikat internal perusahaan dengan pembagian peran yang sangat rapi.
Sebanyak tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka, mulai dari pemilik usaha yang bertindak sebagai otak kejahatan, perakit besi pasung, hingga eksekutor yang tega menahan logistik makanan untuk korban.
Tragedi ini bermula saat manajemen perusahaan percetakan 'Mau Print' menuduh tiga karyawannya, yakni Adit Saputra, Tegar Saputra, dan M. Rafly Jaelani, mencuri plat cetak besi. Pihak perusahaan mengklaim mengalami kerugian materiil hingga Rp230 juta akibat kehilangan tersebut.
Alih-alih menempuh jalur hukum dan melaporkannya ke pihak berwajib, pemilik perusahaan justru memilih cara main hakim sendiri. Ketiga korban disekap di dalam gudang, sementara kaki mereka dirantai, digembok, dan dipasung di lantai dua dan tiga gedung.
Para korban dipaksa menandatangani surat pernyataan ganti rugi masing-masing sebesar Rp50 juta. Untuk memeras keluarga korban, komplotan ini menjadikan para karyawan sebagai sandera hingga uang tebusan total Rp150 juta ditransfer.
Ironisnya, meski salah satu pihak keluarga korban telah mengusahakan dan membayar uang puluhan juta rupiah, kekejaman ini tidak langsung berhenti. Pemilik perusahaan tetap menahan para korban di dalam bangunan tersebut.
"Pada tanggal 20 Juni 2026, salah satu keluarga korban sebenarnya telah membayarkan uang sebesar Rp50 juta kepada pihak Mau Print. Namun, para tersangka tetap enggan melepaskan para korban," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold E.P. Hutagalung di Mapolres Jakarta Pusat, Senin (29/6).
Saat polisi melakukan penggerebekan setelah kasus ini viral di media sosial, petugas menemukan ketiga korban dalam kondisi yang sangat mengenaskan dengan kaki yang masih terikat rantai besi.
Penyelidikan mendalam dari pihak kepolisian berhasil memetakan struktur dan pembagian kerja yang rapi dari ketujuh tersangka. Mereka terdiri dari lima orang laki-laki dan dua orang perempuan yang saling bahu-bahu dalam melancarkan aksi biadab tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022