Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Juni 2026 | 17.36 WIB

Perayaan 1 Muharam 1448 H di Jakarta: Ada Pawai Obor Elektrik di Ruang Terbuka!

Ratusan warga mengikuti pawai obor elektrik dalam perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Jakarta, Senin (15/6). (Istimewa) - Image

Ratusan warga mengikuti pawai obor elektrik dalam perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Jakarta, Senin (15/6). (Istimewa)

JawaPos.com - Momen perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Jakarta ini terasa sangat berbeda dan penuh warna. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sukses menyedot perhatian warga dengan menggelar acara bertajuk Festival Nyebrang.

Acara yang berlangsung di Taman Bendera Pusaka, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Senin (15/6) malam ini, menjadi simbol pergerakan baru bagi warga Jakarta.

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan bahwa agenda ini menjadi wadah berkumpulnya seluruh elemen masyarakat untuk mengucap syukur bersama.

"Kami sengaja menggelar Festival Muharam ini di ruang terbuka. Kalau dibilang pesta, ini bukan pesta, melainkan syukuran. Kita bersiap untuk berhijrah karena tahun depan Jakarta akan memasuki usia 500 tahun. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama," ujarnya.

Menghidupkan Taman Kota Sebagai Ruang Publik

Pemilihan Taman Bendera Pusaka sebagai lokasi utama Festival Nyebrang ternyata bukan tanpa alasan. Langkah ini diambil sebagai komitmen Pemprov DKI untuk mengaktifkan kembali fungsi taman kota sebagai pusat interaksi publik yang sehat dan positif.

Menariknya, dalam tiga bulan terakhir, tren kunjungan masyarakat ke taman ini memang sedang meningkat tajam. Keputusan untuk memindahkan pusat keramaian ke area terbuka hijau ini juga sejalan dengan arahan langsung dari orang nomor satu di Jakarta.

"Pak Gubernur (Pramono Anung) juga mengatakan, jangan terus membuat kegiatan di dalam gedung. Kita harus memanfaatkan ruang terbuka. Ini menjadi bagian dari upaya mengaktifkan taman-taman kota," ucap Wagub Rano.

Salah satu daya tarik utama dalam Festival 1 Muharam 1448 H ini adalah aksi kirab pawai obor. Namun, ada yang unik dari pawai kali ini. Alih-alih menggunakan api konvensional, peserta membawa obor elektrik moderen.

Modifikasi ini sengaja dilakukan sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi cuaca terkini di Jakarta. Selain itu, faktor keamanan dan keselamatan peserta di area publik menjadi prioritas utama, tanpa menghilangkan esensi budaya yang ada.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore