Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 31 Mei 2026 | 14.44 WIB

Jakarta Jadi Pusat Tari Dunia, IWDF 2026 Gaet 10 Ribu Pengunjung

Ribuan penari ramaikan Indonesia World Dance Festival (IWDF) 2026 di Pos Bloc, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu (30/5). (Istimewa) - Image

Ribuan penari ramaikan Indonesia World Dance Festival (IWDF) 2026 di Pos Bloc, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu (30/5). (Istimewa)

JawaPos.com - Jakarta bersiap menjadi panggung budaya dunia. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, membuka Indonesia World Dance Festival (IWDF) 2026 di Pos Bloc, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Sabtu (30/5).

IWDF 2026 menjadi bagian penting dari peringatan Hari Tari Sedunia, sekaligus batu loncatan menuju perayaan akbar 500 tahun Kota Jakarta. Melalui festival ini, Pemprov DKI berkomitmen memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang berbasis kebudayaan kaya.

Penyelenggaraan tahun ini mencatatkan lonjakan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat dan pelaku seni. Dalam sambutannya, Wagub Rano Karno membeberkan bahwa IWDF 2026 sukses menyedot perhatian hingga 10 ribu pengunjung.

Tak hanya dibanjiri penonton, jumlah seniman yang terlibat dalam Indonesia World Dance Festival 2026 juga meningkat tajam dibanding tahun lalu. Sebanyak lebih dari 1.200 peserta dari sekitar 80 sanggar tari ikut ambil bagian, bahkan festival ini turut menggandeng penari dari mancanegara.

Skala acara yang semakin masif ini menegaskan bahwa seni tari tradisional maupun modern mampu menjadi jembatan diplomasi yang kuat. Jakarta kini terbukti mampu memikat komunitas kreatif internasional untuk saling bertukar ekspresi.

"Kalau tahun 2025 pesertanya lebih dari 800 orang, sekarang sudah mencapai 1.200 orang. Hampir 80 sanggar terlibat, bahkan juga mengundang peserta dari Korea. Ini menandakan bahwa tari di dunia sudah menjadi bagian dari kolaborasi budaya," ujar Rano Karno.

Strategi Creative Financing Lewat Seni dan Budaya

Di tengah ketidakpastian global, Wagub Rano Karno menilai gelaran Indonesia World Dance Festival 2026 membawa dampak angin segar bagi roda ekonomi lokal.

Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Jakarta langsung merasakan dampak positif dari perputaran uang selama festival berlangsung.

Pemprov DKI Jakarta memang gencar menggelar berbagai agenda budaya dalam beberapa bulan terakhir. Strategi ini terbukti ampuh mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus membuka peluang bagi para pelaku UMKM dan industri kreatif untuk naik kelas.

"Kondisi ekonomi dunia memang sedang menghadapi berbagai tantangan. Namun kita tidak boleh terjebak dalam situasi itu. Karena itu, kita harus melakukan creative financing, bukan hanya melalui sektor ekonomi, tetapi juga lewat kebudayaan, kreativitas, dan olahraga," katanya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore