Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Mei 2026 | 17.37 WIB

H-1 Idul Adha, Pemkot Tangsel Pastikan Stok dan Harga Pangan Terkendali, Warga Diimbau Tidak Panic Buying

Kepala Dinas Kominfo Pemkot Tangsel, TB Asep Nurdin. (Istimewa) - Image

Kepala Dinas Kominfo Pemkot Tangsel, TB Asep Nurdin. (Istimewa)

JawaPos.com - Jelang Idul Adha besok (27/5), Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan stok dan harga pangan terkendali. Semua kebutuhan masyarakat tersedia. Untuk itu, warga diimbau tidak panic buying dan berebut belanja.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tangsel TB Asep Nurdin memastikan bahwa rantai pasok pangan tidak terganggu. Jajaran Pemkot Tangsel sudah memantau ketersedian sejumlah komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, cabai, sampai bawang.

”Stok pangan untuk wilayah Tangerang Selatan secara umum dalam kondisi aman dan mencukupi hingga hari H Idul Adha. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan (panic buying) yang justru bisa memicu spekulasi harga di tingkat pedagang,” kata Asep pada Selasa (26/5).

Untuk memastikan ketersediaan dan harga pangan tetap terjaga dengan baik, Pemkot Tangsel terus memperketat pengawasan di seluruh pasar tradisional dan modern. Langkah itu diambil guna menjamin stabilitas pasokan, mencegah terjadinya kelangkaan barang pokok, serta meredam potensi kenaikan harga.

Asep tidak menampik, adanya kemungkinan pihak tertentu yang memanfaatkan momentum untuk meraup keuntungan berlebih. Agar tidak kecolongan, intervensi pasar dilakukan sejak dini. Sehingga rantai pasok dari produsen sampai ke tangan konsumen di wilayah Tangsel tetap terjaga.

”Oleh karena itu, instruksi wali kota sangat jelas, perketat pengawasan hulu ke hilir. Kami mengantisipasi apa yang disebut kenaikan harga psikologis, situasi di mana harga naik bukan karena barangnya habis, melainkan karena sentimen perayaan hari besar semata," jelasnya.

Tidak hanya fokus pada kuantitas stok dan stabilitas harga, Pemkot Tangsel juga menaruh perhatian besar pada aspek pemenuhan standar kesehatan pangan. Mereka melakukan inspeksi mendadak atau sidak terpadu ke sejumlah pasar induk dan pasar tradisional.

Dalam kesempatan itu, petugas mengecek label kadaluarsa dan melakukan uji laboratorium cepat atau rapid test kit terhadap sampel bahan makanan segar. Bahan olahan yang dicurigai mengandung zat kimia terlarang juga tidak luput dari pemeriksaan petugas.

”Fokus kami adalah memastikan tidak ada komoditas yang mengandung bahan tambahan pangan berbahaya, seperti formalin, boraks, maupun pewarna tekstil (Rhodamin B),” ujarnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore