
Kepala Dinas Kominfo Pemkot Tangsel, TB Asep Nurdin. (Istimewa)
JawaPos.com - Jelang Idul Adha besok (27/5), Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan stok dan harga pangan terkendali. Semua kebutuhan masyarakat tersedia. Untuk itu, warga diimbau tidak panic buying dan berebut belanja.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tangsel TB Asep Nurdin memastikan bahwa rantai pasok pangan tidak terganggu. Jajaran Pemkot Tangsel sudah memantau ketersedian sejumlah komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, cabai, sampai bawang.
”Stok pangan untuk wilayah Tangerang Selatan secara umum dalam kondisi aman dan mencukupi hingga hari H Idul Adha. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan (panic buying) yang justru bisa memicu spekulasi harga di tingkat pedagang,” kata Asep pada Selasa (26/5).
Untuk memastikan ketersediaan dan harga pangan tetap terjaga dengan baik, Pemkot Tangsel terus memperketat pengawasan di seluruh pasar tradisional dan modern. Langkah itu diambil guna menjamin stabilitas pasokan, mencegah terjadinya kelangkaan barang pokok, serta meredam potensi kenaikan harga.
Asep tidak menampik, adanya kemungkinan pihak tertentu yang memanfaatkan momentum untuk meraup keuntungan berlebih. Agar tidak kecolongan, intervensi pasar dilakukan sejak dini. Sehingga rantai pasok dari produsen sampai ke tangan konsumen di wilayah Tangsel tetap terjaga.
”Oleh karena itu, instruksi wali kota sangat jelas, perketat pengawasan hulu ke hilir. Kami mengantisipasi apa yang disebut kenaikan harga psikologis, situasi di mana harga naik bukan karena barangnya habis, melainkan karena sentimen perayaan hari besar semata," jelasnya.
Tidak hanya fokus pada kuantitas stok dan stabilitas harga, Pemkot Tangsel juga menaruh perhatian besar pada aspek pemenuhan standar kesehatan pangan. Mereka melakukan inspeksi mendadak atau sidak terpadu ke sejumlah pasar induk dan pasar tradisional.
Dalam kesempatan itu, petugas mengecek label kadaluarsa dan melakukan uji laboratorium cepat atau rapid test kit terhadap sampel bahan makanan segar. Bahan olahan yang dicurigai mengandung zat kimia terlarang juga tidak luput dari pemeriksaan petugas.
”Fokus kami adalah memastikan tidak ada komoditas yang mengandung bahan tambahan pangan berbahaya, seperti formalin, boraks, maupun pewarna tekstil (Rhodamin B),” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
