
Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban meninggal dunia di lokasi longsor gunungan sampah TPST Bantargebang, Bekasi, Jabar. (Basarnas)
JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pengelolaan sampah di Ibu Kota kini sudah kembali pulih.
Sebelumnya, tumpukan sampah sempat menghiasi sejumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Jakarta akibat kendala teknis di hilir.
Masalah ini dipicu oleh insiden longsor di Zona 4A TPST Bantargebang, Bekasi, beberapa waktu lalu.
Longsor tersebut sempat melumpuhkan operasional pengolahan dan distribusi sampah dari berbagai titik di Jakarta selama beberapa hari.
Pramono menjelaskan bahwa proses pemulihan pasca-longsor membutuhkan waktu sekitar sepuluh hari. Namun, saat ini kondisi di lapangan sudah terkendali sepenuhnya.
"Sebagai akibat longsor pada waktu itu di zona 4A kemudian memang harus ada waktu 10 hari untuk apa kita tata kembali, tapi sekarang ini sudah tertata kembali," ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (31/3).
Ia tidak menampik bahwa tumpukan sampah sempat terjadi secara masif di beberapa wilayah akibat terbatasnya kapasitas angkut selama masa penataan ulang tersebut.
"Beberapa tumpukan bukan hanya di Kramat Jati, di beberapa tempat juga terjadi, tetapi sekarang ini hampir semua tumpukan itu sudah bersih kembali karena memang Bantargebang sudah bisa digunakan kembali," ucapnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengingatkan pentingnya mengurangi beban TPST Bantargebang dengan cara memotong volume sampah langsung dari sumbernya, yakni rumah tangga dan perkantoran.
Baca Juga:Avenged Sevenfold Gelar Konser di Jakarta pada 10 Oktober, Simak Harga dan Cara Beli Tiketnya
Menurut Asep, semakin banyak masyarakat yang sadar untuk memilah sampah, maka tekanan terhadap tempat pembuangan akhir akan semakin berkurang.
